Ketua Umum PP GP Ansor H Nusron Wahid mempertegas tiga visi besar Ansor dalam meneguhkan ke-NU-an dan kebangsaan. Pertama, revitalisasi nilai dan tradisi. Kedua, memperkuat sistem kaderisasi. Ketiga, mengembangkan potensi kader.
Hal ini disampaikannya di hadapan empat ratusan kader Ansor se-Yogyakarta (DIY) di Pondok Pesantren Diponegoro, Maguwoharjo, Depok, Sleman pada Ahad (27/3) kemarin. Selain Nusron, jajaran pengurus pimpinan pusat yang turut hadir adalah Yunus Razak (Wakil Ketua Umum), M. Akil Irham (Sekretaris Jenderal), KH. Yaqut C. Qoumas (Ketua Bidang Pengembangan Pesantren) serta Fahmi Akbar Idris (Ketua Bidang Ekonomi dan Perbankan).<>
Dengan bertajuk “Silaturahmi dan Konsolidasi Ansor se-DIY”, seluruh pengurus pimpinan wilayah, pimpinan cabang dan pimpinan anak cabang di tingkat kecamatan hadir untuk mendapatkan pembekalan dan orientasi dari ketua umum PP GP Ansor, H. Nusron Wahid.
“Setiap kader Ansor harus siap menjadi pemimpin bangsa di masing-masing tingkatan. Ketua ranting Ansor harus siap jadi kepala desa, demikian pula ketua cabang harus siap jadi bupati, atau kalau ketua pimpinan pusat harus siap menjadi presiden, kalau dicalonkan,” ujar Nusron yang disambut tepuk meriah dan tertawa ratusan kader Ansor DIY.
Dalam menafsirkan tiga visi besar tersebut pimpinan pusat mengambil pokok-pokok kebijakan; pertama, syarat diakuinya kepengurusan ranting, anak cabang, cabang dan wilayah adalah terdapat satu kegiatan jamiyyah (organisasi), baik itu berupa tahlilan, yasinan, nariyahan sebulan sekali, yang jumlahnya minimal 50 jama'ah untuk tiap ranting. Kedua, setiap pengurus cabang wajib melakukan kaderisasi berjenjang minimal dua kali dalam setahun. Ketiga, setiap cabang harus memiliki bentuk usaha ekonomi untuk memberdayakan potensi kader Ansor. Dalam konteks tersebut, dikenal program SACASAKTI satu cabang satu kompetensi.
Sebelum acara dialog dan sharing dipandu KH Yaqut C. Qoumas, pengurus PW Ansor DIY menyerahkan cinderamata kepada Ketua Umum H. Nusron Wahid berupa lukisan sketsa wajah sang ketua umum. (gun)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua