Pemerintah Arab Saudi mengancam akan menutup sejumlah klub olahraga dan pusat kebugaran perempuan tidak berijin di negara tersebut. Hanya klub yang berkaitan dengan klinik kesehatan saja yang akan mendapat lisensi, sedang yang lainnya harus tutup.
Harian Arab News melaporkan sejumlah perempuan Saudi yang telah melancarkan kampanye menentang kebijakan tersebut melalui internet, Senin (27/4).<>
Namun demikian, departemen pemerintah tetap tidak diperbolehkan mengeluarkan ijin bagi pusat kebugaran perempuan yang komersial. Departemen pemerintah hanya membolehkan pusat kebugaran pria saja.
Pusat kebugaran perempuan belakangan ini amat populer di negara Islam konservatif itu, yang memberlakukan pemisahan tempat-tempat umum untuk pria dan perempuan.
Perempuan di Arab Saudi dilarang mengenderai kenderaan bermotor, harus menggunakan jilbab dari ujung kaki hingga kepala, dan harus mendapat ijin dari saudara laki-lakinya jika ingin bekerja, sekolah, maupun menikah. (min)
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Hukum Karnaval Menutup Jalan Umum dalam Islam, Bolehkah?
6
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
Terkini
Lihat Semua