Masalah kekerasan yang sering melanda Papua beberapa waktu belakangan ini juga menjadi perhatian AS. Negara adidaya itu menyerukan agar pemerintah memberikan otonomi yang lebih luas kepada pulau paling timur di RI itu.
"Papua perlu mendapat dukungan atas usahanya untuk mendapatkan otonomi yang lebih luas, serta perlindungan hak asasi bagi warganya. Pemerintah (Presiden AS Barack) Obama akan membahas mengenai hal ini dengan pemerintah Indonesia," kata Menlu AS Hillary Clinton seperti dilansir eTaiwan, Kamis (23/4).<>
Menjelang pemilu legislatif lalu, kondisi keamanan di Papua memang sempat terganggu. Tercatat enam orang tewas dalam kerusuhan pada pemilu tahap awal bulan ini dan beberapa ledakan bom mengguncang.
Menurut aktivis Papua, polisi menembak dan melukai setidaknya empat pengunjukrasa saat rapat umum yang menyerukan kemerdekaan Papua dan pemboikotan pemilu di wilayah itu. Sementara polisi membantah melepaskan tembakan, mereka hanya mengadakan razia di markas aktivis.
Situasi makin keruh saat pejabat Indonesia bulan lalu menangkap empat orang wartawan Belanda yang sedang meliput unjuk rasa prokemerdekaan di ibukota, Jayapura. Para jurnalis itu juga meliput kembalinya seorang pendiri gerakan Papua Merdeka yang berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan Papua sejak tahun 1960-an. (inl)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua