Atasi Aliran Sempalan, Galakkan Pengajian Kitab Kuning
NU Online Ā· Rabu, 27 April 2011 | 01:47 WIB
Pengajian kitab-kitab keislaman atau kitab kuning di masjid-masjid dan mushalla perlu dibangkitkan kembali agar merebaknya aliran sesat atau aliran-aliran yang sempalan dapat dicegah. Program ini merupakan terobosan untuk memperbaiki akhlak umat. Selain itu, dengan program ini diharapkan agar masyarakat paham ajaran agamanya secara benar.
Demikian disampaikan Kepala KUA Cilacap Selatan Zen Muzayyin yang mengaku prihatin terhadap maraknya aliran sesat di tengah masyarakat. Pihaknya berharap pengajian majlis taklim malam Selasa yang di adakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cilacap Selatan terus diadakan agar dapat mencegah masuknya paham ajaran sesat dan mencegah rusaknya akhlak generasi muda.
t;
Menurutnya, kelompok sesat atau pun sempalan itu menyatakan sebagai umat Islam, tapi di dalamnya justru mengacak-acak Islam. "Rusaknya akhlak masyarakat dan moral generasi mudaĀ membuka peluang maraknya aliran sesat, itu menunjukkan kekosongan dakwah yang dimanfaatkan oleh sekelompok tertentu," kata Zen di kantornya Jalan Bromo Cilacap, Selasa ( 26/4 ) .
"Munculnya berbagai macam aliran sesat dan sempalan di Indonesia ini khususnya Cilacap tidak lepas dari kekosongan dakwah di masyarakat, karena itu revitalisasi pendidikan agama berbasis keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu di tingkatkan," ujarnya.
Untuk itu, Zen Muzayyin mengajak seluruh komponen untuk hijrah dari fanatisme golongan dan mahzab, dan mencegah permusuhan di antara umat.Ā "Kebebasan dalam bergama, itu harus ada batasnya. Kebebasan, tidak boleh menghina dan mengaduk-adukĀ kitab suci agama lain. Nabi terakhir adalah Muhammad, dan tidak ada lagi nabi, begitu juga kitab suci Al-Quran," katanya.
Oleh karenaĀ ituĀ pengajian majlis taklim malam selasa yang di adakan oleh MWCNU Cilacap Selatan dapat mencegah masuknya paham ajaran sesat dan mencegah rusaknya akhlak generasi muda, ungkapnya. Zen Muzayyin mengatakan pengajian majlis malam selasa Mengaji ini perlu didukung oleh semua pihak.
Di tempat yang sama, ketua MWCNU Cilacap Selatan R Bastuti Ridwan S Ag, SH, mengatakan kegiatan Majlis Malam selasa dapat menumbuhkan kembali masyarakat untuk mengaji.
Menurut Ridwan pengajian majlis malam selasa ini memang sengaja di pusatkan di Masjid Agung Darussalam- Cilacap agar masjid kebanggan masyarakat ini tetap ramai. Beberapa kitab yang dikaji antara lain Tafsir Jalalain, Fathul Qarib, Shahih Bukhari, Fadla'iul A'mal dan kajian-kajian Tematik. (sur )
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 3 Jenis Ucapan yang disukai Allah
2
Khutbah Jumat: 8 Hal yang Dijauhi Rasulullah Mulai dari Kecemasan hingga Dililit Utang
3
Pendaftaran Beasiswa BIB Mulai DIbuka, Ini Jadwal Lengkapnya
4
Khutbah Jumat: Evaluasi Keuangan Setelah Hari Raya
5
Khutbah Jumat: Kenaikan BBM dan Panic Buying dalam Pandangan Islam
6
Khutbah Bahasa Jawa: Nalika Kahanan Rekasa, Tansah Cekelen Sabar lan Takwa
Terkini
Lihat Semua