Jakarta, NU Online
Banyak tantangan yang harus dijalani dalam menjalankan dakwah sehingga dari berbagai tahapan menuju keberhasilan, banyak diantara mereka yang satu per satu berguguran. Hanya mereka yang memiliki kualitas kepribadian tinggi yang akan bertahan.
Demikian diungkapkan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan dalam halal bihalal yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) bersama Lembaga Pusat Informasi Dakwah (LPID) di Gd. PBNU, Kamis malam (15/11).
<>Kiai Tolhah menggambarkan proses perjuangan tersebut melalui kisah perjalanan Thalut dan pengikutnya dalam melawan Jalut. Setelah melewati perjalanan yang melelahkan di padang pasir, banyak pengikut Thalut yang tidak bisa menahan godaan untuk mandi-mandi di sungai, padahal mereka hanya dibolehkan untuk minum sekedarnya.
Mantan Menteri Agama ini menganalogikan dengan banyaknya manusia yang tidak bisa menahan diri dan nafsunya dengan harta dunia yang akhirnya mereka melupakan urusan akhirat yang seharusnya lebih penting. “Kalau sekedarnya saja kan tak apa-apa,” tuturnya dihadapan ratusan jamaah yang memenuhi aula di Lt 8 Gd. PBNU.
Ditambahkannya bahwa mereka yang lolos pada godaan awal berupa kesegaran air sungai tersebut juga masih ditambah dengan ujian lainnya berupa ujian mental dengan perjalanan yang mendaki dan berat sehingga semakin sedikit mereka yang mampu bertahan. Namun pada akhirnya Jalut bisa dikalahkan oleh mereka yang bertahan, meskipun jumlah rombongan yang tersisa tinggal sedikit.
“Kemanangan disini ditentukan oleh kualitas. Meskipun jumlahnya kecil, mereka berhasil mengalahkan kejahatan,” tandasnya.
Mantan Rektor Unisma Malang ini juga mengungkapkan terdapat sebuah hadist yang menjelaskan bahwa dunia ini diperindah oleh lima hal berupa ilmunya para ulama, adilnya para pemimpin, tekunnya ahli ibadah, amanahnya pada pengusaha dan kejujujuran pada karyawan.
Namun demikian, masing-masing dari kategori tersebut memiliki godaan. Para ulama memiliki godaan berupa iri hati, pengusaha memiliki kecenderungan untuk dzalim, ahli ibadah terkana riya, pengusaha berbuat khianat dan karyawan melakukan penipuan. “Jika salah satu dari mereka sudah terkena penyakit, maka dunia tidak akan indah lagi,” katanya.
Halal bihalal yang diselenggarakan oleh LDNU dan LPID ini merupakan upaya untuk meningkatkan hubungan dalam upaya menyatukan langkah untuk mengembangkan dakwah guna mengantisipasi berkembangnya aliran sesat, liberalisme dan sekularisme. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua