Adanya program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai pendamping program kenaikan BBM, merupakan kebijakan lemah yang dilakukan pemerintah. Sebab solusi BLT itu hanya bisa berlaku untuk jangka pendek.
"Pemerintah lemah sekali dalam merencanakan suatu kebijakan yang akan diambil. Termasuk dalam hal BLT," ujar pengamat ekonomi, Fadil Hasan, Rabu (21/5).<>
Apalagi, Fadil menambahkan data jumlah keluarga miskin yang digunakan untuk penyaluran BLT bukanlah data baru, sehingga memungkinkan terjadinya salah sasaran.
"Penyaluran BLT harus tepat sasaran. Kalau seandainya BLT pakai data lama, kemungkinan terjadi salah sasaran sangat besar," tambahnya.
Fadil ingin pemerintah tak hanya menyiapkan solusi jangka pendek seperti BLT. Namun program jangka panjang untuk mengatasi rasa kecewa masyarakat dengan adanya kenaikan BBM perlu dipikirkan.
"BLT itu sifatnya kan sementara. Harus ada program lain seperti menciptakan lapangan kerja yang bisa menanggulangi masalah jangka panjang," tandasnya. (okz)
Terpopuler
1
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
2
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
3
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
4
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
5
200 Ribu Anak Terpapar Judol, Komdigi: Peran Tokoh Agama hingga Orang Tua Penting sebagai Benteng
6
LBH Sarbumusi Desak APH Tindak Dugaan Penyelewengan Dana MBG
Terkini
Lihat Semua