PT BNI Syariah menargetkan pertumbuhan sebesar 15 persen dengan fokus pembiayaan pada sektor ritel dan konsumer. Rencana itu diungkapkan Direktur Utama BNI Syariah Rizqullah dalam acara konferensi pers soft launching BNI Syariah di Jakarta, Jum'at (18/6).
Rizqullah mengatakan BNI juga menargetkan peningkatkan aset internal menjadi Rp6 triliun hingga akhir tahun. Saat ini BNI memiliki aset internal senilai Rp5,2 triliun.<>
Pada awal beroperasi, BNI Syariah memiliki modal awal Rp1 triliun untuk modal setor dan Rp5 triliun untuk modal dasar. Sementara, total dana pihak ketiga (DPK) Rp4,2 triliun dan total pembiayaan Rp3,2 triliun dengan customer based lebih dari 420 ribu nasabah.
Sebagai langkah permulaan menjadi bank umum syariah, katanya, BNI Syariah akan memfokuskan pengembangan sumber daya manusia dan akan meningkatkan pembiayaan melalui penetrasi cabang dan office chanelling. Cabang BNI Syariah saat ini sebanyak 58 unit dengan 750 kantor cabang pembantu dan didukung oleh jaringan 4.000 ATM BNI, plus 10.000 ATM LINK dan 15.000 ATM Bersama.
BNI Syariah resmi beroperasi berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010, telah diperoleh izin usaha bank umum syariah (BUS) PT Bank BNI Syariah atau BNI Syariah. Dengan izin usaha itu, maka pada Jumat, manajemen BNI melakukan soft launching operasional PT Bank BNI Syariah sebagai entitas independen hasil pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS) dari BNI dan efektif per tanggal 19 Juni 2010. (ful)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua