Calon Wapres Boediono bersilaturrahim dengan ratusan kiai dan ulama se-Pasuruan, Jawa Timur. Silaturrahim itu digelar di Pondok Pesantren Raudlatul Maruf Al Hasaniyah, Pasuruan, Kamis (11/6) kemarin.
Sebelumnya, pasangan Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu ke makam salah satu ulama kharismatik di kota itu di kompleks Masjid Jami. Ia kemudian bersama kiai melakukan salat zuhur berjamaah.<>
Dalam kesempatan silaturrahim itu, sejumlah isu yang berkembang terkait dirinya, di antaranya, isu non-muslim dan neoliberal. Soal isu non-muslim, ia bercerita, "Istri saya mendapat SMS, dituding sebagai aktivis gereja dan katolik. Kami sejak lahir seorang muslim, kami terus mengamalkan nilai-nilai Islam. Jadi, kalau ada SMS seperti itu diabaikan saja," terangnya.
Sedangkan masalah isu yang menganggap dirinya penganut ekonomi neoliberalisme, ia menegaskan, paham itu tidak pas kalau diberlakukan di Indoensia. "Kami, saya dan Pak SBY sudah menetapkan sistem ekonomi ‘jalan tengah’, dengan tetap memasukkan nilai keagamaan dan kultur sesuai jati diri bangsa. Kita kalau ada kritik baik-baik saja. Kalau dicap neolib, itu tidak betul," tutupnya.
Di akhir acara, para ulama mendoakan Boediono dapat segera menunaikan ibadah haji, bila terpilih dalam Pilpres nanti. "Sebagai muslim, Pak Boediono, saya berharap naik haji ketika terpilih," kata seorang kiai yang mamandu doa pada kesempatan itu.
Boediono pun menyambut baik doa itu. Menurut dia, gelar haji harus diikuti berbagai konsekuensi. "Perilaku dan amal harus mencerminkan seorang haji. Insya Allah saya dan istri, pada waktunya dan saat pas di hati, kita akan memenuhi rukun Islam itu," ujarnya. (sbh)
Terpopuler
1
Munas-Konbes NU 2026 di Ploso Bakal Dihadiri Lebih dari 500 Peserta dan Peninjau
2
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua