Jakarta, NU Online
Kuatnya himpitan ekonomi bangsa yang diakibatkan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dan sempitnya lapangan kerja serta momok PHK yang kerap dilakukan pihak perusahaan, semakin menambah persoalan perburuhan.
Setelah kenaikan harga BBM, wacana berikutnya yang mengemuka adalah rencana pemerintah untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL), yang diperkirakan akan mencapai 30 persen lebih. Rencana ini, pada gilirannya, akan membawa dampak psikologis bagi ekspektasi masyarakat terutama kalangan buruh dan kalangan industri.
<>Melihat kenyataan itulah, Lembaga Advokasi Buruh PB PMII mengadakan seminar dengan tema “Perjuangan Buruh di Tengah Himpitan Ekonomi.”
Seminar itu berlangsung di gedung PBNU Selasa (28/02) dengan menghadirkan pembicara, di antaranya Sutanto (mewakili Menakertrans), Arif Sujito, Anton Supit, dan Eko Setia Budi.
Dalam seminar itu, menurut Anton, persoalan perburuhan harus melihat konteks yang terjadi sekarang ini. Daya dukung ekonomi dan law enforcement adalah hal penting yang harus mendapat perhatian terlebih dahulu dari semua pihak.
“Tidak ada cara yang paling efektif selain memberikan lapangan pekerjaan, karena itu diperlukan iklim investasi yang kondusif, termasuk di dalamnya adalah law enforcement tadi”, ungkap Anton.
Sedangkan Sutanto menyatakan bahwa diharapkan dari semua pihak untuk lebih dewasa menghadapi persoalan perburuhan yang memerlukan pendekatan dialogis antara pihak industri dan buruh.
“Tempat kerja bukan ajang untuk berkelahi dan berselisih, namun sebagai ajang kemitraan. Dan wujud kemitraan itu adalah kerjasama”, ujar Sutanto.
Dalam kesempatan yang sama, Arif Sujito, ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mengingatkan bahwa tujuan awal kemerdekaan RI adalah memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia. Dia juga menyatakan bahwa perekonomian Indonesia lemah karena kebijakan pemerintah yang terkadang membuat buruh terjepit, bahkan juga pengusaha. Dia mencontohkan seperti upah buruh yang rendah.
“Kondisi global seperti kenaikan harga minyak dunia dan bencana alam juga berpengaruh terhadap lemahnya perekonomian kita”, tambah Arif. (dar)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua