Surabaya, NU Online
Departemen Agama mulai menelusuri dan berencana menerbitkan literatur naskah-naskah ulama Islam klasik nusantara untuk memasyarakatkan khazanah intelektual Islam.
"Penelusuran naskah klasik Islam seperti di zaman keemasan kerajaan Islam, naskah Al Quran lama, kitab kuning dan naskah ulama kita masa lalu menjadi bagian dari khazanah intelektual Islam yang perlu dimasyarakatkan," kata Kepala Badan Litbang dan Diklat Depag, Atho’ Mudzhar di Surabaya, Kamis.
<>Sebelumnya, Menteri Agama M Maftuh Basyuni ketika membuka Musabaqoh Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Nasional II di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jatim, Rabu malam, menyatakan akan menerbitkan literatur ulama Islam nusantara.
Menag mengatakan, selama ini sulit mendapatkan naskah-naskah literatur Islam klasik yang ditulis ulama nusantara sendiri, padahal Indonesia juga banyak memiliki ulama yang juga penulis besar.
"Saya ingin mencetak naskah-naskah dari kyai yang selama ini tak pernah dicetak, lalu nanti disebarkan ke seluruh pesantren di Indonesia," kata Menag.
Senada dengan Menag, Atho mencontohkan, Imam Nawawi Albantani asal Banten karya-karyanya justru menjadi rujukan di Timur Tengah, demikian pula dengan Syeikh Albanjari yang karyanya justru diterbitkan di Turki dan Mesir.
"Jadi ulama Indonesia zaman dulu sudah memberi sumbangan besar bagi dunia Islam. Adalah pekerjaan Litbang memasyarakatkan dan memelihara literatur kita," katanya.
Atho’ juga mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyeleksi berbagai disertasi doktor dari universitas Islam Negeri (UIN) atau Institut Agama Islam Negeri (IAIN) untuk ditertibkan.
Pihaknya juga menyertakan para ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk meneliti ayat-ayat Kauniyah untuk tafsir-tafsir Maudu’i (tematik), ujarnya. (ant/mkf)
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
3
Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini
4
Gempa M7,7 di Mindanao Filipina, BMKG: Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng
5
Gelar Konfercab X, PCINU Australia-New Zealand Tegaskan Wajah Diaspora NU yang Inklusif dan Bermanfaat
6
Gempa M7,8 Guncang Filipina: 35 Orang Meninggal Dunia, Ribuan Bangunan Rusak
Terkini
Lihat Semua