Didukung Amerika dan Israel, Abbas Bentuk Pemerintahan Baru
NU Online · Ahad, 17 Juni 2007 | 08:31 WIB
Ramallah, NU Online
Presiden Palestina Mahmud Abbas Ahad (17/6) telah menandatangani surat keputusan pembentukan pemerintahan baru darurat. Ada 11 menteri baru yang akan bekerja dibawah pimpinan Perdana Menteri Salam Fayyad.
Keputusan Mahmud Abbas membentuk kabinet baru itu menyusul perpecahan yang disebabkan oleh penahanan sejumlah tokoh di Jalur Gaza. Para pejuang Fatah memasuki sidang parlemen di Tepi Barat dan merusak puluhan kantor-kantor milik pejuang Hamas, sementara para anggota Hamas melakukan aksi pencarian anggota Fatah dari rumah ke rumah di jalur Gaza.
Para<> pejabat Palestina berharap dengan pembentukan kabinet baru tanpa diperkuat oleh para menteri dari kelompok Hamas dapat membawa kepada kondisi dicabutnya bantuan dari negara-negara Barat dan Israel sudah menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintahan baru Palestina.
Keputusan Abbas tersebut diklaim telah mengakhiri persaingan antara Hamas dengan para pendukung Abbas yaitu kelompok Fatah dan menguasai Jalur Gaza.
Pengambilalihan penguasaan wilayah Jalur Gaza oleh kelompok Hammas dikatakan sebagai kudeta militer oleh Abbas sehingga memisahkan Palestina menjadi dua wilyah kekuasaan di Gaza dan Tepi Barat, dan secara tak langsung membuat upaya mewujudkan impian berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat menjadi semakin jauh.
Sementara itu seorang pejabat senior Palestina mengatakan AS telah mengisyaratkan bahwa negara itu akan segera mencairkan dana bantuan seusai pelantikan kabinet baru, namun seorang juru bicara Departemen Luar negeri di Washington mengatakan sejauh ini belum ada keputusan yang dibuat.
Israel juga telah menunjukkan dukungannya terhadap kabinet baru. "Pemerintahan Palestina tanpa keikut sertaan Hamas adalah mitra dan kami akan bekerja sama ," kata Perdana Menteri Ehud Olmert Ahad pagi hari saat ia akan bertolak menuju AS.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada AFP, Jumat (15/6) lalu, bahwa negara itu bersedia untuk mengucurkan dana bantuan ratusan juta dolar AS yang selama ini ditahan setelah Hamas memperoleh kemenangan dalam pemilihan umuj awal tahun lalu, serta apabila kabinet baru Palestina mau mengakui Israel dan menghentikan aksi perlawan.(ant/afp/nur)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua