FKB Setuju Gus Dur Dimintai Keterangan oleh Pansus Angket BBM
NU Online · Sabtu, 9 Agustus 2008 | 02:30 WIB
Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI setuju jika mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dipanggil dan dimintai keterangan oleh Panitia Khusus (Pansus) Angket Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hal tersebut diungkapkan Ketua FKB DPR RI yang juga Anggota Pansus Angket BBM, Effendy Choirie, kepada para wartawan di Gedung MPR-DPR RI, Jakarta, Jumat (8/8) kemarin.<>
Tak hanya itu. Effendy juga mendukung jika Pansus Angket BBM berencana memanggil pejabat dan mantan pejabat negara lainnya, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan presiden Megawati Soekarnoputri.
"Justru di situlah bobot dari panitia angket DPR ini yang bisa memanggil presiden dan mantan presiden untuk memberikan penjelasan secara langsung. Gus Dur, tentunya akan senang jika memang diundang untuk hadir," kata Effendy.
Ia menilai, adanya keterangan dari para mantan presiden bisa menjadi masukan yang akan diterima Pansus Angket BBM. Selain itu, ujarnya, wajar bila rencana pemanggilan itu kemudian memunculkan pendapat pro dan kontra.
"Bila ada perbedaan pendapat dalam hal ini, itu wajar. Misalnya, apabila PDIP tak setuju dengan pemanggilan Megawati atau Partai Demokrat yang menolak jika Presiden SBY sebagai mantan Mentamben dan Presiden RI juga ikut dipanggil," jelasnya.
Terkait besaran anggaran yang diajukan Panitia Angket BBM sebesar Rp 2,5 miliar, Effendy menganggap hal itu wajar. Jika nanti dana tersebut tidak terpakai semua, sisanya tentu saja harus dikembalikan.
"Bisa saja terjadi karena masa kerja panitia angket panjang, kemudian dana sebesar itu akan kurang. Jadi, selama anggaran yang diajukan rasional, itu tidak ada masalah sama sekali," paparnya. (kcm/rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
4
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
5
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua