Garda Bangsa Hanya Ingin Beri ‘Pelajaran’ pada FPI
NU Online Ā· Senin, 9 Juni 2008 | 09:47 WIB
Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa), organisasi sayap pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), hanya ingin memberikan āpelajaranā pada Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini kerap melakukan tindakan kekerasan. Namun, hal itu tetap dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tidak bertindak anarkis.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Koordinasi Nasional Garda Bangsa, Sultonul Huda, didampingi Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kepada wartawan di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (9/6).<>
Sultonābegitu panggilan akrabnyaāmenjelaskan, sikap Garda Bangsa yang menuntut pembubaran FPI semata-mata lantaran perilaku organisasi pimpinan Riziq Shihab itu tak bisa ditoleransi lagi. āKami tidak mempersoalkan FPI sebagai sebuah kelompok. Tapi perilakuknya, perilaku yang selama ini sering bertindak anarkis,ā pungkasnya.
Terkait dengan pro-kontra masalah Ahmadiyah yang menjadi pemicu ketegangan di antara umat Islam belakangan ini, menurutnya, hal itu semestinya tidak terjadi. Pasalnya, tidak ada seorang pun yang dapat menghukumi bahwa Ahmadiyah sesat atau tidak. āItu urusan Tuhan,ā tandasnya.
Pihaknya mengimbau kepada semua pihak agar tetap menghormati para pengikut Ahmadiyah sebagai warga negara Indonesia yang haknya juga dilindungi oleh konstitusi. āSeperti apa yang disampaikan Gus Dur, ini menyangkut hak warga negara,ā jelasnya. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua