Jakarta, NU Online
Ditengah hiruk pikuknya orang menghujat orang yang mengaku sebagai nabi palsu, Gus Dur merupakan figur yang cukup tenang, tidak terpengaruh oleh situasi yang panas dan emosional. Mengapa? Bagi Gus Dur, sesuatu yang palsu, termasuk nabi palsu tak akan bertahan lama.
''Biar saja kan hilang sendiri nanti, wong palsu, tidak tahan lama,'' ujar Gus Dur dalam acara kongkow kongkow yang digelar rutin setiap Sabtu pagi (3/11) di sebuah radio swasta.
Salah seorang pendengar juga menyampaikan pertanyaan yang menggelitik ''Kenapa Gus Dur pintar dan alim tidak mau ngaku menjadi nabi?'' ujar penelpon itu. Apalagi sekarang lagi ramainya munculnya aliran Al Qiyadah yang pemimpinya mengaku menjadi nabi.
Karuan saja Gus Dur dengan selorohnya jawab dengan ceplas-ceplos. ''Saya bukan orang gila. Yang ngaku nabi itu kan orang gila,'' ujar cucu pendiri NU itu. Pasalnya, sudah jelas Nabi Muhammad SAW itu adalah nabi dan rasul terkahir, tidak ada nabi lagi setelah itu. ''Makanya yang ngaku, saya katakan gila.''
Baginya, orang seperti Ahmand Mushaddeq perlu didekati, dibimbing dan diajak dialog karena apa yang dilakukan adalah salah. ''Saya bilang salah, bukan memakai istilah sesat,''ujar Gus Dur.(mad)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
PBNU Terima Kunjungan BTN dan BSN, Bahas Akses KPR Subsidi bagi Warga NU
Terkini
Lihat Semua