Semarang, NU Online
Mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan sebaiknya mantan Presiden RI, Soeharto diperiksa dulu di pengadilan untuk membuktikan kebenaran kasus yang dihadapinya.
"Menurut saya, Pak Harto sebaiknya diperiksa dulu, baru kemudian ditetapkan hukumannya, tetapi jangan dijalankan," katanya menjawab pertanyaan seorang peserta dalam seminar Agama, Perdamaian, dan Kebangsaan di Semarang, Kamis.
<>Sebaiknya diperiksa, katanya, kalau tidak bisa diperiksa biar pengacaranya yang hadir. "Jadi, sikap empati kita jangan mengalahkan tatanan hukum, karena kita hidup di negara hukum," katanya.
Ia mengatakan, kalau sampai Soeharto diampuni begitu saja berarti negara ini berdasarkan kekuasaan dan kasusnya tetap menggantung. "Kalau jaksa agung bisa menghilangkan perkara itu sangat berbahaya, apalagi kasus orang sebesar Pak Harto. Periksa dulu kasusnya baru kita ampuni," katanya.
Gus Dur menilai, Soeharto mempunyai jasa yang besar terhadap negeri ini. "Kelihatan betul betapa perhatian Pak Harto pada nasib bangsa kita," katanya.
Menurut dia, ada dua hal penting dari Soeharto yang tidak bisa dibeli yakni mengajari bangsa ini untuk berpendidikan dan mengajarkan pada masyarakat sebagai perencana. "Namun, dia ada kesalahan, salah itu bagaimana sebaiknya disikapi. Sebaiknya diperiksa dulu baru kita ampuni," katanya. (ant/mkf)
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua