Gus Dur Umumkan Cawapres Dirinya 6 Bulan Sebelum Pemilu
NU Online · Kamis, 1 November 2007 | 04:53 WIB
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) rupanya serius atas pencalonannya sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 mendatang. Ia pun sudah memiliki nama calon wakil presiden yang akan dipasangkan dengannya. Namun, nama tersebut masih ia rahasiakan dan baru akan diumumkan 6 bulan sebelum Pemilu digelar.
"Itu rahasia perusahaan. Setengah tahun sebelum pemilu akan saya buka," kata Gus Dur yang juga Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada wartawan di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (31/10).<>
Mantan Ketua PBNU sebelum KH Hasyim Muzadi itu membenarkan bahwa pencalonan dirinya sebagai capres didukung penuh PKB. "Semua. PKB dalam putusan rapat, seluruh wilayah sudah mendukung," ujarnya.
Mengenai adanya hambatan usia yang bisa menjegal langkah Gus Dur menjadi capres, Gus Dur hanya menilai itu hanyalah tantangan yang diberikan angkatan muda. "Itu ‘kan tantangan dari angkatan muda. Kita lihat saja, kenyataannya tidak begitu. 70 Tahun saja Soeharto jadi presiden diabaikan," celetuknya.
Gus Dur, dalam kesempatan itu, juga mengkritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru meluncurkan album ‘Rinduku Padamu’. "Ada krisis begitu besar, kok malah ngarang. Padahal kenyataannya, SBY kurang perhatian terhadap masalah kemiskinan, kebodohan. Eh, malah ngarang lagu," ketusnya.
Mengarang lagu itu, ujarnya, dinilai hanya sebagai pelampiasan Presiden Yudhoyono yang melihat banyak krisis di Indonesia. "Mungkin krisisnya sudah terlalu besar bagi dia, sehingga dia berpikir untuk ngarang lagu saja," ujarnya.
Album ‘Rinduku Padamu’ diluncurkan Presiden Yudhoyono pada 28 Oktober 2007. Album rekaman bersampul biru itu berisi 10 lagu ciptaannya. Namun, ia tidak menyanyikan lagu-lagu ciptaannya, melainkan sejumlah artis seperti Ebiet G. Ade, Widhi AB Three, Dea Mirela, dan Band Kerispatih. (rif/dtc)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua