Gus Ipul: Gerakan NII Membahayakan Keutuhan NKRI
NU Online · Jumat, 22 April 2011 | 02:03 WIB
Isu bahwa "Gerakan NII" mulai merebak di Jawa Timur yang dimulai dari kasus penculikan dan pencucian otak terhadap sejumlah mahasiswa di Malang yang diduga oleh jaringan Gerakan Negara Islam Indonesia (NII), mendapat respon Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf.
Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf menegaskan, bahwa jika isu merebaknya gerakan NII itu benar, maka akan menjadi ancaman bahaya yang sangat besar bagi keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).<>
Gus Ipul yang juga Ketua PBNU ini berharap kepada semua pihak untuk lebih berperan aktif dalam membendung gerakan tersebut. Pihaknya meminta peran serta akademisi untuk terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar jangan sampai paham NII berpotensi menjalar.
“Para ulama atau tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan akademisi di kampus, pemuda dan lainnya harus berperan aktif melakukan pelurusan paham yang salah itu. Semuanya harus turun gunung untuk membenahi hal ini. Jangan sampai, paham salah itu jadi menjalan kemana-mana,” katanya penuh harap.
Mantan Ketua Umum GP Ansor itu mengaku, pihaknya sudah mendapat laporan peristiwa yang dialami mahasiswa Malang itu. Namun, belum mengetahui pasti peristiwa sebenarnya yang dialami oleh mahasiswa tersebut.
“Hanya, kami serahkan saya kepada polisi untuk menyelidikinya. Sejauh ini, saya baru mendapatkan laporan tertulis yang menyebutkan jika peristiwa di Malang itu sudah dilaporkan ke polisi,” pungkasnya. (hdy)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua