Hasyim: Jangan Pertentangkan Agama dengan Pancasila
NU Online · Senin, 28 April 2008 | 07:25 WIB
Di tengah ramainya perbincangan tentang Pancasila sebagai dasar negara, ternyata masih banyak pihak yang belum memahami secara tepat fungsi Pancasila dalam kehidupan politik dan kenegaraan kita.
Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Jakarta belum lama ini.<>
“Tidak sedikit orang yang masih mempertentangkan agama dengan Pancasila. Kalangan Islam garis keras, misalnya, menganggap bahwa Pancasila tidak bisa dijadikan sebagai dasar negara, karena tidak memiliki legitimasi yang kuat seperti Islam,” kata Hasyim.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu, agama dan Pancasila itu tidak perlu dipertentangkan, karena Pancasila merupakan konvensi atau kesepakatan bersama bangsa Indonesia dalam mengatur politik kenegaraan.
Menyinggung sikap NU sebagai ormas sosial keagamaan terbesar di Indonesia, Hasyim menegaskan bahwa sebagai kekuatan Islam kebangsaan, NU akan tetap konsisten mempertahankan Pancasila sebagai konsensus bangsa dalam mengatur politik kenegaraan, karena bangsa ini dinilainya plural baik dari segi agama, kultur, maupun ideologi.
“Sebagai kekuatan Islam kebangsaan, NU tetap konsisten mempertahankan Pancasila sebagai konsensus bangsa, di mana NU sendiri terlibat dalam merumuskan Pancasila, dan akan terus menjagai dari setiap upaya yang mengancamnya,” terangnya. (dar).
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
3
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
4
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
5
BMKG Prediksi El Nino Berlangsung hingga Setahun, Wilayah Selatan Berpotensi Dilanda Kekeringan
6
‘Gak Srawung Gak Ditulung’: Etika Bertetangga di Zaman Serba Sibuk
Terkini
Lihat Semua