Jakarta, NU Online
Salah satu ciri pertemuan yang diselenggarakan oleh orang NU adalah guyonan atau joke untuk menghangatkan suasana. Hal ini juga terjadi dalam acara peluncuran buku buku âNapak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarahâ di Jakarta, Kamis (6/3) malam.
KH Hasyim Muzadi yang memberi sambutan buku biografi KH Idham Chalid tersebut menceritakan masa-masa awal Orba yang menekan kepada NU yang waktu itu masih merupakan partai politik.
âGolkar pada waktu itu selalu menang karena didukung ABRI, birokrasi dan menghitung sendiri. Belum ada pemilu tapi catatannya sudah diumumkan,â katanya yang disambut ketawa hadirin dihadapan wapres Jusuf Kalla yang juga ketua umum Golkar.
Namun buru-buru ia menambahkan. âItu dulu, sekarang orang NU sudah memimpin Golkar, kalau tidak sama bukan politik namanya.â
Ssaat mendapatkan kesempatan memberikan sambutan, Jusuf Kalla yang mantan Mustasyar NU Sulsel ini membalas dengan menceritakan joke tentang pemilu antara orang Amerika, Meksiko dan Indonesia.
Orang Amerika mengatakan, âDi Amerika pemilu pagi, sore baru ketahuan hasilnya, anda orang Meksiko satu bulan baru tahuâ Dikatakan demikian, orang Mesiko tak terima âO dhak, satu tahun sebelumnya kita sudah tahu,â Namun orang Indonesia nyelutuk, âdi Indonesia lima tahun sebelum pemilu, kita sudah tahu siapa yang menangâ yang kemudian disambut dengan ketawa dan tepuk tangan oleh hadirin.
Menurutnya, saat ini Golkar dan NU dalam suasana yang sangat akrab di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang saat ini sedang dalam proses Pilkada, calon dari Golkar memiliki wakil orang NU. Demikian pula di Jawa Barat.
âIni orang NU yang digolkarkan atau orang Golkar yang di NU kan, dua-duanyalah. Mas Muhaimin (Ketua Umum PKB) minta maaf yaa, mana yang lebih NU Golkar atau PKB,â katanya yang sekali lagi disambut ketawa meriah oleh hadirin. (mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua