Hasyim: Soetrisno Bachir Tak Etis Ajak Kader NU Masuk PAN
NU Online · Rabu, 5 Maret 2008 | 10:44 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyayangkan kampanye Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir yang mengiming-iming kader NU dengan jabatan terkait pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada Juli mendatang.
“Saya menyayangkan cara kampanye Pak Soetrisno Bachir di Jatim yang mengiming-imingi warga atau pemuda NU dengan jabatan kalau pasangan yang diusungnya menang,” ungkap Hasyim dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (5/3).<>
Sebagaimana diberitakan media massa, usai menghadiri pertemuan tertutup bersama pengurus PC Ansor seluruh Jatim di Hotel Satelit, Surabaya, Selasa lalu, Soetrisno mengajak kepada kader NU agar mau menjadi calon legislatif dari PAN.
Menurutnya, PAN bukan lagi partai tertutup milik warga Muhammadiyah, tetapi sudah berubah menjadi partai terbuka untuk siapa saja, termasuk warga NU dan Ansor. Keseriusan PAN menjadi partai terbuka yang ditampakkan di Jatim itu bukan hanya dalam persoalan Pilgub, juga dalam pemilu legislatif 2009 mendatang
Menurut Hasyim, Soetrisno seharusnya mamaparkan konsep untuk memajukan dan menangani perbagai problem yang dihadapi masyarakat Jatim saat ini, bukan dengan iming-iming jabatan. ”Bukan ekplisit ke NU karena hal tersebut kurang etis dan tidak mendidik serta terasa memecah-belah,” katanya.
Karena itu, ia meminta kepada masyarakat Jatim, terutama warga NU agar tak mudah tergoda dengan bujuk rayu para cabub-cawagub Jatim menjelang pelaksanaan Pilkada.
”Dalam Pilgub Jatim kali ini, warga NU harus bisa melihat dengan jeli, mana yang menguntungkan masyarakat NU dan mana yang ’seperti’ menguntungkan padahal merugikan,” tuturnya. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua