Intimidasi dan Kekerasan Jadi Gaya Hidup Baru Bangsa Indonesia
NU Online · Senin, 9 Juni 2008 | 02:09 WIB
Musyawarah untuk mencapai mufakat yang merupakan bagian dari nilai Pancasila, kini telah menjadi hal langka. Sebaliknya, intimidasi dan tindakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah, telah menjadi gaya hidup baru bangsa Indonesia.
Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Abdul Malik Haramain, dalam sambutannya pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila, di Kantor PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (8/6).<>
Malik menjelaskan fenomena baru itu terjadi akibat pemahaman masyarakat dan sebagian elit terhadap Pancasila hanya sebatas simbolak dan formalistik. Karena itulah, Pancasila yang merupakan hasil perdebatan intelektual dan ideologis para pendiri Republik ini, tak lagi mempunyai implikasi.
“Pancasila kemudian hanya menjadi pajangan dan asesoris. Sebagai sebuah sistem nilai, mestinya Pancasila menjadi spirit (semangat) untuk melakukan perubahan,” terang Malik pada acara yang juga dihadiri mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.
Pancasila, imbuhnya, juga tak lagi dianggap sebagai “jalan tengah” dari beragam pemahaman, aliran dan agama. Padahal, Pancasila merupakan hasil pemikiran para pendiri bangsa yang mengayomi segenap perbedaan dan kepentingan.
“Masih banyak kelompok-kelompok dan golongan memandang prinsip-prinsip bersama dalam Pancasila belum dianggap sesuatu yang ideal. Karena itu, masih sering terjadi pemaksaan untuk mempertanyakan Pancasila sebagai dasar negara,” jelas Malik. (rif)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua