Bojonegoro, NU Online
Sebanyak 30 pelajar putri yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kecamatan seumberrejo mengunjungi sentra kerajinan Batik Jumput yang terletak di Desa Prayungan Kec. Sumberrejo Kab. Bojonegoro, Jum’at (13/1).<>
Â
Pusat pembuatan Batik Jumput yang terletak persis di samping SPBU Medalem ini telah berproduksi sejak 21 tahun yang lalu. Sri Supatmiyati, selaku pemilik usaha ini mengatakan, hingga saat ini produknya telah dipasarkan ke luar daerah di Indonesia, seperti halnya Jakarta, Bali, Banjarmasin dan kota-kota besar lainnya. Bahkan, tak hanya pasar dalam negeri yang menyukai Batik buatannya, akan tetapi produknya juga telah di eksport hingga Singapura.
Â
Menurutnya, awal mula usaha ini adalah saat dia mengikuti pelatihan membatik yang dilaksanakan oleh PKK setempat hingga akhirnya ia mulai mencoba-coba sendiri dan akhirnya berhasil dipasarkan dan berkembang hingga sekarang.
Â
Setidaknya sudah ada 14 motif yang berhasil dikembangkan sendiri olehnya. Mulai dari motif titik-titik yang banyak diminati oleh konsumen sampai motif bunga dan lain sebagainya. Kreatifitas adalah salah satu kunci suksesnya, disamping juga keaktifannya dalam memasarkan produknya melalui pameran-pameran yang diselenggarakan oleh pihak swasta maupun pemerintah.
Dalam kunjungan ini, diajarkan pula tentang proses pembuatan Batik Jumput kepada para peserta IPPNU yang nampak antusias sekali. Mulai dari mempola kain, pewarnaan hingga finishingnya yang kesemuanya memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam pengerjaannya.
Siti Masulah, ketua IPPNU Sumberrejo mengatakan, kegiatan ini dilakasanakan untuk lebih mengenalkan potensi lokal kepada para kader, disamping juga sebagai wahana untuk menimba ilmu dan memacu jiwa kewirasausahaan kader-kader IPPNU.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Kontributor: Munawar M.
Terpopuler
1
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Siswa SD Meninggal Dunia Usai Tiru Tren Freestyle, KPAI Minta Industri Game Terapkan Kontrol Ketat Konten Berbahaya
5
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
6
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Terkini
Lihat Semua