Menjelang kampanye terakhir, Calon Presiden Jusuf Kalla menyempatkan diri bersilaturahmi dengan sekira 500 ulama serta kader dan simpatisan Partai Golkar di Hotel Bumiwiyata, Depok, Jawa Barat, Jumat (3/7).
Dalam pertemuan yang digelar sekira pukul 13.30 WIB itu, Kalla menyinggung beberapa hal seputar masalah agama dalam pidatonya dan menyempatkan diri berdialog dengan para ulama dan tokoh pemuda Depok.<>
Kalla menilai, masalah keyakinan tidak dapat dicampuradukan, dan kehadiran para ulama dapat memberikan doa dan semangat bagi pencalonannya sebagai presiden.
"Alim ulama memberikan doa dan upaya majelis taklim dengan doa dapat memberikan semangat. Indonesia penduduk Islam terbesar, dan kita harus hormati keanekaragaman beragama," ujar Kalla dikutip dari Okezone.
Kalla mengatakan, setiap golongan seperti Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, harus saling merekatkan diri. "Saat ini, NU dan Muhammadiyah juga sudah sejalan, semakin tipis perbedaan, seperti tahlil dan zikir. Tidak ada lagi batasan," jelasnya.
Kesantren, katanya, juga akan selalu disokong pemerintah maupun swasta dengan diberikan bantuan dana. "Pondok pesantren saat ini sudah dikembangkan oleh masyarakat, intinya agama yang melanggar hukum dari agama tersebut, dan melanggar akidah, agama apa saja, tentu tidak berhak memakai agama itu sebagai agamanya," tegasnya.
Dalam acara yang hanya berlangsung selama satu jam tersebut, Kalla juga sempat menyinggung masalah pendidikan dan demokrasi. (rif)
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua