Kang Said: Harus Berkorban Untuk Islam-Negara
NU Online · Selasa, 16 November 2010 | 04:00 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berpesan agar masyarakat siap berkorban untuk keluhuran Islam dan Negara. “Makna Idul Adha adalah siap berkorban untuk izzil Islam wal wathan yaitukeluhuran Islam dan Negara,” tegas Kang Said pada NU Online, Selasa, 16 November 2010.
Berkorban untuk Islam adalah dengan memlihara dan menyampaikan Islam dengan moderat dan toleran. “Para wali sudah menyontohkan kesantunan dalam dakwah dan itulah yang mestinya kita jaga bersama,”katanya.
<>
Sedangkan perjuangan atau berkorban untuk Negara adalah bagian penting dari makna Idul Adha. “Tentunya kita ingat bagaimana para pendahulu NU berjuang untuk Negara. Sehingga Mbah Hasyim saat itu mengeluarkan Resolusi Jihad. Nah sekarang kita harus melanjutkannya dengan menjaga Pancasila dan NKRI. Itu merupakan makna lain dari Idul Adha kali ini,”tambah Kang Said.
Saat ini banyak bencana yang masih melanda Indonesia, seperti banjir di Wasior, tsunami di Mentawai, dan letusan Gunung Merapi. Kang Said berpesan agar masyarakat tetap tenang dan sabar dalam menyikapi situasi saat ini.
“Pada hari raya kurban ini saya berpesan agar masyarakat tenang dan sabar dalam menghadapi segala kondisi. Kita ini bangsa yang kuat. Kalau ada saudara kita yang sedang tertimpa musibah, kita harus bahu-membahu membantu mereka,” papar Kang Said.
Mengenai perbedaan hari raya Idul Adha yang terjadi pada tahun ini, Kang Said berpesan agar masalah ini tidak perlu diperdebatkan. “Kita (NU, red) berpedoman pada hadis. Dalam hadis itu sudah jelas disampaikan bahwa rukyah dasar untuk menentukan awal bulan Hijriah. Jika ada perbedaan, mari kita hormati perbedaan itu,” ajak Kang Said. (bil)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua