Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kota Bogor, Jawa Barat, dan sejumlah organisasi kepemudaan mengusulkan agar Walikota Bogor periode 2009-2013, dipilih dari kalangan tokoh muda yang bebas korupsi.
Sikap KBNU ini mengacu pada terpilihnya tokoh muda pada Pilkada di sejumlah daerah serta mencuatnya kembali kasus dugaan korupsi yang melibatkan sebagian besar anggota DPRD Kota Bogor periode 1999-2004.<>
Ketua Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB), Ahmad Fahir, mengatakan, tokoh muda yang akan memimpin Kota Bogor hendaknya memiliki kemampuan, diterima seluruh masyarakat dan bebas korupsi.
"Berdasarkan pengamatan dan kajian yang saya lakukan, tokoh muda yang layak memimpin Kota Bogor adalah Ade Syarmili, Ketua BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia) Kota Bogor. Ade Sarmili adalah kader muda terbaik NU Kota Bogor yang dapat diterima semua kalangan," kata Fahir di Bogor, Kamis (3/7) kemarin.
Menurut dia, calon walikota dan wakil walikota Bogor saat ini seluruhnya tidak bebas korupsi, baik dari birokrat maupun politisi. "Padahal, Kota Bogor adalah Kota Beriman, seharusnya dipimpin oleh pemimpin yang bersih dan bebas korupsi," katanya.
Ia mencontohkan, kasus korupsi dana tak tersangka pada APBD Kota Bogor tahun 2004 senilai Rp 6,1 miliar, yang menetapkan mantan ketua DPRD Kota Bogor, Muhammad Sahid sebagai terpidana. Kini, Sahid masih mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.
Kasus tersebut melibatkan sebagai besar anggota DPRD Kota Bogor periode 1999-2004 lainnya serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bogor.
Karena itu, kata dia, mencuatnya kembali kasus koprupsi senilai Rp 6,1 miliar tersebut, menggoyahkan konstelasi politik Kota Bogor, khususnya pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Bogor.
"Kami memanfaatkan perubahan konstelasi ini dengan mengusulkan tokoh muda yang bebas korupsi sebagai calon pemimpin Kota Bogor," katanya.
Jika usulannya direspon masyarakat luas, kata dia, KBNU akan memberikan tawaran ke partai politik, agar mengusung tokoh muda yang bebas korupsi sebagai calon walikota atau calon wakil walikota.
Menurut Fahir, usulan tokoh muda dan bebas korupsi sebagai calon pemimpin Kota Bogor didukung 10 ormas di Kota Bogor, yakni Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan Pelajar NU, KMNU, Gerakan Pemuda Bangsa, Lingkar Intelektual Muda NU, Angkatan Muda Islam Indonesia, BKPRMI, serta Pemuda Muhamadiyah. (hir)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Perlintasan Liar Dikelola Ormas, Dirut KAI: Tidak Memenuhi Syarat, Kami Tutup
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua