Posisi AS sebagai Negara Adidaya ternyata tak berbanding lurus dengan kemampuan pengamanan bidang teknologi informatika. Bahkan, pakar cyber mengungkapkan keamanan AS di bidang itu tergolong memalukan. Hal ini tentu saja menjadi perbincangan yang ramai di kalangan politisi.
Kritik itu, muncul setelah Presiden AS Barack Obama bersiap merilis kajian yang ia tugaskan mengenai masalah itu. Sebab, selama beberapa pekan belakangan, masalah keamanan cyber menjadi perhatian setelah beberapa keamanan profil tinggi dibobol. Demikian dilansir BBC, Kamis (30/4),<>
Salah satunya melibatkan lini penting kekuatan AS, yang menurut Kepala Strategi RSA, Tim Mather, ternyata mampu ditembus negara lain. Pemerintah pun akhirnya mengakui mereka rentan terhadap serangan.
Topik ini pun menjadi perhatian sejumlah politisi yang mengatakan pentingnya membuat RUU untuk menjaga keamanan cyber negara mereka. "Ini tentang bagaimana kita menggunakan US$ 70 miliar per tahun untuk membuat negara ini lebih aman," ujar Senator Tom Carper yang mengusulkan segera dibentuk tim monitoring khusus.
Pada saat yang bersamaan, Presiden Obama juga diharapkan untuk segera mengumumkan sebuah tim pengawas (czar) keamanan cyber. Sehingga sesuai dengan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan isu ini. (inl)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
2
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
4
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman Silaturahim lan Cara Nepung Paseduluran
5
Khutbah Idul Fitri: Saatnya Menghisab Diri dan Melanjutkan Kebaikan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Refleksi Makna Kembali ke Fitrah secara Utuh
Terkini
Lihat Semua