Kekalahan Bambang-Adnan Harus Jadi Pelajaran bagi NU
NU Online Ā· Rabu, 25 Juni 2008 | 21:30 WIB
Kekalahan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bambang Sadono-Mohamad Adnan, dalam Pemilihan Gubernur pada 22 Juni lalu, harus menjadi pelajaran dan bahan perenungan bagi Nahdlatul Ulama (NU).
Adnan yang merupakan Ketua (nonaktif) Pengurus Wilayah NU Jateng, dinilai terlalu tinggi āsyahwatā politiknya. Akibatnya, sedikit-banyak, NU sebagai organisasi telah dilibatkan dalam politik praktis.<>
Pendapat tersebut diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah, Kabupaten Brebes, Jateng, KH Subkhan Makmun, di Masjid Agung Brebes, Rabu (25/6) kemarin. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Wasdiun.
Kiai Subkhanābegitu panggilan akrabnyaāmengimbau kepada para petinggi NU agar kembali menata organisasi sehingga tidak meninggalkan garis perjuangan yang berhaluan Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).
Khittah NU 1926 yang melarang NU terlibat dalam politik praktis, menurutnya, harus sungguh-sungguh ditaati dan dipatuhi. Hal itu berlaku bagi petinggi NU di semua tingkatan kepengurusan. āPerlu adanya revitalisasi Khittah NU di tubuh pengurus NU,ā tandasnya.
Selain itu, Kiai Subkhan mengaku tidak terlalu khawatir atas kemenangan perolehan suara pasangan Cagub-Cawagub Bibit Waluyo-Rustriningsih. Pasangan besutan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, katanya, memiliki visi-misi yang sama dengan NU.
āGaris perjuangan yang diusung Bibit-Rustri sejalan dengan NU. Jadi, NU, saya yakin diakomidir,ā ungkap Kiai Subkhan. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua