Kekerasan Membuat Ahmadiyah Semakin Menjauh dari Islam
NU Online · Sabtu, 22 Januari 2011 | 10:11 WIB
Penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah yang tidak kunjung usai membuat prihatin banyak pihak. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa kekerasan bukanlah solusi untuk mengajak Ahmadiyah kembali ke jalan yang benar.
Ia menyatakan masih ada jalan atau solusi terbaik untuk mengajak mereka kembali ke ajaran Islam ahlussunnah, yakni dengan berdialog. "Saya dari NU, siap berdiskusi, berdialog dengan Ahmadiyah. Tapi diskusi yang obyektif, bukan dengan mencaci maki atau melecehkan," ujar pria yang akrab disapa Ka<>ng Said ini kepada NU Online, Sabtu 22 Januari 2011.
Kang Said yakin bahwa dengan diskusi yang obyektif, Ahmadiyah bisa menerima dengan baik ajakan untuk kembali ke ajaran Islam ahlussunnah. "Insya Allah kalau nanti hasilnya separuh dari kelompok Ahmadiyah kembali ke ahlussunah, ya alhamdulillah. Saya tidak menarget seratus persen kembali ke ahlussunnah," tambah pria kelahiran Cirebon ini.
Sebagai contoh, ia menceritakan bahwa sebelumnya telah pada 9 November 2007 berhasil membuat Nabi Mushaddeq bertaubat dari pengakuannya sebagai seorang nabi. "Dalam dialog nanti saya ingin dengar terlebih dulu Islam seperti apa pemahaman Islam mereka. Setelah itu barulah berdiskusi. Saya akan menghargai pendapat mereka," tambah Kang Said.
Kekerasan yang dilakukan terhadap Ahmadiyah -menurut Kang Said- justru akan membuat Ahmadiyah menjauh dari Islam. "Kalau orang (Ahmadiyah, red) dicaci maki, apalagi sampai dikerasi, dipukuli, dibunuh, diusir, rumahnya dirusak, justru akan semakin fanatik dan menjauh dari kita," tegas Kang Said. (bil)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua