Ketum PBNU: Ormas Keagamaan Harus Bisa Redam Radikalisme
NU Online · Senin, 12 Maret 2012 | 10:05 WIB
Aljir, NU Online - Untuk meredam pertumbuhan radikalisme di masyarakat, Indonesia memiliki berjuta pengalaman, salah satunya dengan memperkuat Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) keagamaan yang jauh dari gerakan politik.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj dalam seminar internasional Kementerian Agama Aljazair bertema 'Islam Dalam Menghadapi Ancaman Kekerasan Ekstrimisme' di Hotel Reinasance, Tlemcen, Aljazair, Minggu (11/3/2012).
Menurut Kiai Said, penguatan Ormas keagamaan itu sangat penting untuk meredam gejolak sosial masyarakat yang kecewa dengan kebijakan politik pemerintah setempat.
"Tidak seperti di Timur Tengah, banyaknya protes di beberapa negara seperti Suriah, Mesir dan lainnya itu salah satunya disebabkan karena ketiadaan Ormas keagamaan yang kuat, sehingga ketika terjadi gejolak politik, langsung tersalur dengan gerakan politik," ujar Kiai Said. <>
Lanjut Kiai Said, umat Islam juga perlu bersatu dalam mengedepankan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan ketika menghadapi masalah pelik kebangsaan dan sosial ekonomi. Juga dengan mengedepankan akhlakul karimah, Islam akan menjadi solusi nyata dari setiap masalah.
"Tentu bukan konsep Islam yang kaku dan ekstrem, tetapi Islam yang tawassuth dan moderat sebagaimana Islam di Indonesia," tegas Kiai Said.
Sementara itu, kalangan ulama Aljazair yang hadir dalam acara seminar internasional tersebut mengharapkan agar pengalaman organisasi-organisasi Islam di Indonesia, khususnya NU, dalam mengatasi radikalisme atas nama agama, dapat dibagi-bagi ke masyarakat Aljazair.
Selama kunjungannya di Aljazair, Ketua Umum PBNU itu telah diterima baik oleh beberapa pejabat dan kalangan ulama Aljazair.
Didampingi Dubes RI untuk Aljazair Ahmad Niam Salim, Kiai Said antara lain diterima oleh Menteri Urusan Agama dan Wakaf Aljazair Dr. Bouabdallah Ghalamallah, Ketua Organisasi Ulama Muslimin Aljazair Dr. Abderrazak Qessoum, Rektor Universitas Islam Kherouba Alger Prof. Dr. Ammar Mesaaidi, serta Ketua Forum Ekonomi Nasional Aljazair Prof. Dr. Mostefa Khiyati.
Pidato di Universitas Alger
Sebelumnya Kiai Said juga menyampaikan studium general di Universitas Alger. Dalam kesempatan itu, Kiai Said berbicara banyak soal akar masalah ekstrimisme dan radikalime atas nama agama.
Kiai Said juga menyampaikan pesan tentang bahaya pemikiran ekstrimisme yang didasarkan dari pemahaman keagamaan yang sempit dan kaku.
Acara yang dihelat atas kerjasama KBRI Aljir dengan Universitas Alger itu berlangsung di Fakultas Dirasah Islamiyah dan diikuti oleh berbagai undangan dari Sahabat Indonesia, pihak pimpinan universitas sampai mahasiswa dari berbagai jurusan.
"Memahami Islam secara kaffah dengan prinsip rahmatan lil 'alamin itu sangat penting sebagai fondasi dalam membangun Islam yang kekal dan diterima oleh semua kelompok," pungkas Kiai Said.
Sumber : detikNews
Redaktur : Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
6
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
Terkini
Lihat Semua