Khofifah Sampaikan Apresiasi untuk Muslimat NU Sumbar
NU Online · Selasa, 26 April 2011 | 00:20 WIB
Meski secara kuantitas warga Muslimat NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah terhitung paling besar, namun prestasi secara nasional kedua daerah tersebut masih kalah dengan MUslimat NU di propinsi lain, seperti Sumatera Barat.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Kofifah Indarparawansa mengungkapkan hal itu saat pembukaan Konferensi Wilayah Muslimat NU ke-VIII Sumatera Barat, Senin (25/4) di Padang. Konferwil dibuka Gubernur Sumbar diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Febri Erizon MM, dihadiri Rais Syuriah PWNU Sumbar Prof.DR. Asassriwarni, Ketua Tanfidziyah PWNU SUmbar H. Khusnun Aziz, MM, Kepala Kanwil Kamenag Sumbar Drs.Darwas dan Ketua PW Muslimat NU Sumbar Hj. Tina Hatta.<>
Menurut Kofifah, prestasi Muslimat NU Sumbar salah satunya berhasil meraih juara nasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Azzahrah yang dikelola Muslimat NU. Sebelumnya, prestasi yang sama juga diraih oleh PAUD Azzaharah di luar propinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. “Itu artinya, potensi Muslimat NU di Sumatera Barat perlu diberikan apresiasi sehingga mampu menunjukkan eksistensinya dalam membina umat,” kata Kofifah menambahkan.
Dikatakan Kofifah, saat ini Muslimat memiliki 78 rumah sakit dan rumah bersalin, 103 panti asuhan, 38.000 majelis taklim, 146 KBIH dan 14.000 TPQ Muslimat. “Semuanya dipersembahkan Muslimat NU untuk kepentingan umat, baik mereka warga Muslimat NU, nahdliyin maupun untuk masyarakat umumnya,” kata Kofifah.
Kofifah mengakui, apa yang dilakukan Muslimat NU tidak selalu jadi perhatian orang di Indonesia. Sehingga banyak pihak tidak peduli dengan apa yang sudah dilakukan Muslimat NU. Namun, berbagai lembaga dunia seperti Unesco, WHO, dan lembaga dunia lainnya memberikan apresiasi yang amat menggembirakan. Sehingga Ketua Umum PP Muslimat NU seringkali diundang oleh lembaga dunia tersebut di berbagai negara.
Kofifah mencontohkan apa yang dilakukan di daerah pasca bencana di Aceh. Muslimat NU mendirikan panti asuhan berbasis pesantren yang mengasuh sebanyak 360 anak. “Program ini dinilai berhasil sehingga menjadi perhatian pihak luar negeri,” kata Kofifah. (arm)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua