Konflik internal di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ternyata berdampak serius. Ketidakjelasan pelantikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi terpilih, Zainal Arifin Salam merupakan salah satu imbas konflik PKB.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kebangpol) Provinsi Jawa Timur, Edi Pur menuturkan, Selasa, (10/2), pihaknya belum berani melakukan proses lebih lanjut terhadap berkas usulan DPRD Banyuwangi ke Gubernur, melalui Bupati Banyuwangi.
&<>lt;br /> Lebih lanjut, Edi mengakui, berkas usulan pelantikan Zainal Arifin Salam sebagai Ketua DPRD Banyuwangi, sebenarnya sudah lama masuk di instansinya. namun ada dualisme kepemimpinan di tubuh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Banyuwangi, menjadikannya urung menindaklanjuti berkas tersebut.
"Masih adanya konflik internal di tubuh PKB, kami tidak berani memproses. Karena khawatir ada risiko di kemudian hari. Dualisme kepemimpinan PKB menjadikan kami menahan diri," tutur Edi.
Saat ini, PKB Banyuwangi dipegang oleh kelompok Muhaimin Iskandar, Padahal Zainal Arifin Salam sebagai Ketua DPRD Banyuwangi, berada di bawah kendali kubu KH Abdurrahman Wahid. (min)
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
6
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
Terkini
Lihat Semua