Kunjungi Pesantren, Dubes Jepang Janjikan Tambah Beasiswa
NU Online · Jumat, 17 April 2009 | 14:02 WIB
Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Kojiro Shiojiri, dalam kunjungannya ke Pesantren Sunanul Huda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (17/4), menjanjikan akan mengupayakan ditambahnya beasiswa. Beasiswa dari pemerintah Jepang itu diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa di Indonesia untuk belajar di negeri "Matahari Terbit" itu.
Menurut dia, sejauh data yang diketahuinya hingga 2008, dari 1.500-an warga Indonesia yang belajar di Jepang, jumlah yang mendapatkan beasiswa sebanyak 150-an orang. Jumlah itu dinilainya belum proporsional dengan besarnya penduduk Indonesia sehingga dirinya berkomitmen untuk bisa menambah porsi beasiswa dimaksud.<>
"Untuk tahun 2009 kita akan usahakan ada penambahan bagi kesempatan beasiswa generasi muda Indonesia untuk belajar di Jepang," katanya.
Pimpinan Yayasan Sunanul Huda, KH E Solahudin Al-Ayyubi, menjawab pertanyaan wartawan seberapa besar bantuan Jepang kepada Ponpes itu, ia menjelaskan bahwa karena kedatangan Dubes Jepang untuk Indonesia baru pertama kali, yang intinya adalah perkenalan, maka rencana bantuan masih sebatas komitmen.
"Komitmen yang kejelasannya sudah ada adalah kemungkinan mendapat beasiswa bagi pelajar dan santri di sini, sedangkan bantuan lain semisal dana 'block grant', mungkin bisa dibahas pada pertemuan dengan staf Kedubes lainnya," katanya.
Ia mengaku bahwa kedatangan Dubes Jepang ke Ponpes Sunanul Huda, salah satunya karena mendengar informasi bahwa selama ini, Australia telah memberikan bantuan dalam bentuk dana "block grant".
"Sehingga pihak Jepang kemudian setelah tahu mengenai hal itu menyatakan, mengapa kami (Jepang) yang punya hubungan kesejarahan dengan Indonesia tidak membantu juga," katanya.
Pihaknya berharap setelah kunjungan perdana itu, ke depan akan ada komitmen yang lebih konkret mengenai bantuan dimaksud, yang tujuannya adalah untuk semakin meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren, agar bisa menyelaraskan dengan kemajuan global sehingga komunitas pesantren bisa mengikutinya. (ant)
Terpopuler
1
Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong
2
6 Puasa yang Boleh Dilakukan Setelah Nisfu Sya'ban
3
Kasus Anak SD Bunuh Diri di Ngada, Kemiskinan Jadi Faktor Risiko, Negara Diminta Hadir
4
Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan dengan Saling Memaafkan
5
Khutbah Jumat: Mempererat Tali Persaudaraan Menjelang Bulan Ramadhan
6
Khutbah Jumat: Waspada terhadap Istidraj, Hidup terasa Mudah tapi Hati Semakin Jauh
Terkini
Lihat Semua