Warta

Lagi, Pengobatan Gratis 'Digruduk' Massa

NU Online  ·  Kamis, 4 Juni 2009 | 11:01 WIB

Kota Tegal, NU Online
Seperti halnya pengobatan gratis yang digelar Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu digruduk, pengobatan gratis yang digelar Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Tunon Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal kerja bareng dengan Indosat Cabang Tegal dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Wilayah Pantura, pun kembali digruduk massa.

“Sejak pukul 07.00 pagi, masyarakat berduyun-duyun mendatangi lokasi,” ujar Ketua Ranting IPNU M. Najib disela-sela pengobatan gratis di halaman Masjid Baitusy Syifa Sya'roni desa Tunon Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (4/6).<>

Padahal, lanjut Najib, acara baru akan dimulai pukul 08.00 WIB. Tapi karena minat masyarakat begitu besar menjadikan mereka datang lebih pagi. Dengan harapan bisa mendapatkan pelayanan lebih cepat. “Untung saja, acara dimulai lebih awal sehingga pelayanan bisa secepatnya dilakukan,” kata Najib.

Pengobatan gratis dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr. Pungky. Dalam kata sambutannya dr. Pungky berharap program pengobatan semacam ini bisa berlangsung terus menerus. Mengingat kota Tegal dalam programnya dalam bidang kesehatan bisa sukses sehat dalam tahun 2010. “Langkah IPNU-IPPNU, Indosat dan BSMI dalam turut menyehatkan Masyarakat Kota Tegal sangat bagus,” pujinya.

Kepala Marketing Komunikasi Indosat Cabang Tegal Nursanti Pratiwi menjelaskan, program indosat kepada masyarakat antara adalah Indonesia Cerdas, Indonesia Sehat dan Indonesia Hijau. “Beberapa waktu lalu, Indosat memberikan beasiswa untuk IPNU Kota Tegal dan Kab. Brebes. Nah, untuk program indonesia sehat kami gandeng juga IPNU Tunon-Kota Tegal,” jelasnya.

Program pengobatan gratis ini, lanjut Santi, dalam dua bulan ini ada di sepuluh titik. Untuk kota tegal, kebetulan titik pertama untuk putaran 2. “Jadi sekaligus launching Mobil Klinik Keliling Indosat,” tuturnya.

Kesepuluh daerah yang bakal jadi garapan meliputi daerah Tegal (Balapulang, Jatinegara, Bumijawa, Warureja), Brebes (Randusanga Kulon, Banjaranyar, Tonjong, Bumiayu) Kota Tegal (Tunon), Pekalongan (Doro), Pemalang (Belik). “Untuk teknis Tim Kesehatan, kami serahkan sepenuhnya kepada BSMI,” ujar Santi lagi.

Koordinator BSMI Wilayah Pantura Nur Idayanti, SKM menjelaskan, upaya BSMI menggandeng IPNU dan Indosat tiada lain untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ditengah krisis dan makin tidak terjangkaunya masyarakat untuk berobat, maka langkah aksi sosial ini perlu digelar. “Penanganan kami tidak hanya kuratif saja tapi juga upaya preventif,” paparnya.

Dari Tim BSMI, lanjut Ida, menerjunkan sepuluh orang pengurus BSMI, 2 orang dokter, 1 SKM, 2 perawat, 1 apoteker dan 1 bidan.

Berdasarkan pemeriksaan, masih kata Ida, sebagian pasien menderita Hipertensi, Ispa, dramatitis dan lain-lain. “Bagi Ibu hamil, kami juga melakukan pemeriksaan USG. Sedang bagi balita kami sediakan makanan tambahan berupa telor dan kacang hijau,” tandasnya.

Sampai pukul 12.00 WIB, saat NU Online melihat daftar pemeriksaan, terdapat 170 pasien yang sedang ditangani. Puluhan orang yang terdiri atas berbagai jenis dan usia masih menunggu dengan sabar untuk mendapatkan pelayanan. “Menurut jadwal, memang berakhir pukul 14.00. Tapi karena pasien masih terus berdatangan, entah sampai jam berapa,” pungkas Nur Idayanti. (was)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang