Lailatul Ijtima’ NU di Malang Dinamai “Cangkru’an Gus Dur”
NU Online · Kamis, 28 April 2011 | 00:24 WIB
Forum lailatul ijtima’ atau malam pertemuan bulanan warga NU di wilayah Malang Raya dinamai “Cangkruan Gus Dur”. Istilah ‘cangkruan’ berarti berkumpul sambil berbincang santai yang dirangkai dengan ikon Gus Dur dimaksudkan agar forum ini menarik minat warga. Ternyata cara ini berhasil dan kegiatan telah berlangsung selama empat tahun.
“Cangkruan Gus Dur” ini tidak hanya digelar sebulan sekali, namun dua minggu sekali dan berpindah-pindah dari satu-tempat ke tempat lain di wilayah Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang. Forum ini mempunyai sekitar 100 anggota tetap.
/>
“Anggota tetap sekitar seratus sampai seratus limapuluh orang yang terdiri dari para dosen muda, gus-gus dan kader-kader NU lainnya. Namun dari anggota tetap ini juga membawa buntut (rombongan, red) masing-masing. Dalam setiap pertemuan bisa lebih dari 500 peserta, ditambah jamaah setempat,” kata Ketua PCNU Kota Malang KH Marzuki Mustamar yang juga menjadi penggerak kegiatan ini ditemua NU Online di kediamannya Pesantren Gasek, Malang, Rabu (27/4).
Seperti dalam kegiatan lailatul ijtima’ “Cangkru’an Gus Dur” diisi dengan istighotsah, tahlil, pembacaan shalawat atau diba’an, serta terkadang diisi dengan shalat ghaib. Sementara acara intinya tetap pembicaraan seputar persoalan ke-NU-an.
Kegiatan itu sudah berlangsung hampir empat tahun. Sementara penamaan ‘Cangkru’an Gus Dur’ baru dimulai tahun lalu, setelah Gus Dur meninggal dunia.
Menurut KH Marzuki, tokoh Gus Dur dapat terus menyemangati para jamaah untuk berkumpul dan membincang persoalan-persoalan penting ke-NU-an yang meliputi tiga hal, yakni keislaman, keindonesiaan dan kemanusiaan. (nam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua