Lajnah Falakiyah: Gerhana Bulan Terjadi pada Pembukaan Tahun 2010
NU Online Ā· Kamis, 31 Desember 2009 | 10:26 WIB
Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama melaporkan, herhana bulan sebagian (parsial) akan terjadi pada pembukaan tahun 2010 nanti, tepatnya pada malam Kamis atau hari Jumāat Wage dinihari tanggal 15 Muharram 1431 H bertepatan dengan 1 Januari 2010 M. Gerhana diperkirakan terjadi mulai pukul 01.53 WIB sampai pukul 02.53 WIB.
āInsyaallah gerhana bulan sebagian terjadi Kamis malam Jumāat 1 Januari 2010 mulai pukul 1.52 WIB dan puncaknya pada 2.23 WIB dan berakhir atau terang kembali pada 2.53 WIB,ā kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri kepada NU Online di Jakarta, Rabu (30/12).<>
Umat Islam diimbau melakukan shalat gerhana bulan atau disebut shalat khusuf. Shalat ini hukumnya sunnah muakkadah atau sangat diutamakan. Shalat gerhana baik Matahari atau Bulan dikerjakan dengan dua rakaat sebagaimana shalat sunnah biasa, namun ada rukun yang berbeda. Pada setiap rakaat shalat gerhana dilakukan dua kali rukuā.
Teknisnya, setelah membaca Al-Fatihah dan surat, lalu rukuā terus bangun dan membaca Al-Fatihah dan surat lagi. Setelah itu rukuā yang kedua, kemudian i'tidal dan melakukan sujud yang pertama seperti shalat biasa, lalu duduk antara dua sujud, lalu sujud yang kedua, kemudian bangkit berdiri untuk rakaat yang kedua.
Pada rakaat yang kedua ini, rukuā juga dilakukan dua kali seperti pada rakaat yang pertama. Kemudian diakhiri dengan bacaan tahiyat.
Shalat khusuf bisa dilaksanakan secara berjamaāah baik di masjid maupun di musholla-musholla lalu ditutup dengan dua kali khutbah. Jika kita tidak bisa melaksanakannya secara berjamaāah maka bisa dikerjakan secara sendiri di rumah masing-masing walaupun tanpa khutbaha.
āMohon gerhana bulan ini diamati dan disikapi sesuai ketentuan syarāi,ā kata Kiai Ghazalie.
Sementara itu dilaporkan, gerhana bulan ini meliputi seluruh dunia kecuali benua Amerika. Momen ini bisa disaksikan secara utuh dari wilayah Asia, Afrika dan Eropa, kecuali Afrika bagian barat. Dari Afrika bagian barat, awal gerhana tidak bisa dilihat karena pada saat awal gerhana, bulan masih dibawah ufuk timur (belum terbit), gerhana baru bisa dilihat pada saat menjelang berakhirnya gerhana.
Di Australia dan Irian Barat gerhana hanya bisa dilihat pada awal gerhana, karena beberapa saat setelah mulai gerhana, bulan terbenam di ufuk barat. Demikian dilaporkan Ibnu Zahid Abdo el-Moeid, Litbang Lajnah Falakiyah NU Gresik.
Seluruh wilayah Indonesia, bisa menyaksikan momen gerhana ini secara utuh, mulai awal gerhana sampai akhir gerhana, kecuali Irian Barat yang hanya bisa menyaksikan awal gerhana saja. "Bulan keburu terbenam dan matahari pun mulai terbit dari ufuk timur," katanya.
Selain melakukan shalat khusuf, Moeid yang juga Koordinator Rukyat Hilal Indonesia wilayah Gresik mengajak umat Muslim bersama-sama menghidupkan suasana gerhana tersebut dengan memperbanyak takbir, tahmid, istighfar, serta mengeluarkan sedekah. "Hal ini demi syiāarnya agama Islam," katanya. (nam)
Terpopuler
1
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
2
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
3
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
4
Haji 2026: 5.426 Jamaah Aceh Siap Terbang, Ini Rute dan Jadwalnya
5
Hukum MenarikĀ UangĀ Parkir di Lahan Orang Lain
6
Safari Diplomatik Terakhir, Gus Yahya Kunjungi Dubes Federasi Rusia
Terkini
Lihat Semua