Lesbumi Harapkan Borobudur Spiritual Art Rutin Digelar
NU Online · Rabu, 30 April 2008 | 04:11 WIB
Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) berharap kegiatan Borobudur Spiritual Art yang digelar pada tanggal 25-27 April di komplek Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah bisa menjadi kegiatan rutin.
“Kita berharap setiap tahunnya bisa menyelenggarakan event ini untuk mendorong kerukunan antar umat beragama,” kata Ketua Lesbumi Sastro Al Ngatawi, Rabu (30/4).<>
Misi dari Borobudur Spiritual Art ini adalah membangkitkan kembali aspek spiritual yang dimiliki candi Borobudur yang selama ini hanya dikagumi dari aspek fisiknya semata.
Selama tiga hari pagelaran tersebut, berbagai kelompok agama menampilkan kesenian yang mereka miliki seperti dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong Hu Chu dan Aliran Kepercayaan.
“Kalau kita melakukan dialog lewat mulut, seringkali malah bertengkar, kalau lewat seni malah bisa rukun,” tandasnya.
Masyarakat sekitar candi Borobudur dan wisatawan yang berkunjung ke sana cukup antusias menikmati pertunjukan yang ada. Seni-seni tradisional seperti soreng, jathilan dan lainnya yang ditampilkan pada siang hari selalu dipenuhi oleh wisatawan, baik asing maupun domestik.
Pertunjukan yang mewakili komunitas agama ditampilkan pada malam hari. Dalam hal ini, pengunjungnya lebih banyak dari masyarakat sekitar candi karena pada hari, mereka dapat masuk ke area wisata ini dengan gratis. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua