Ketua Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) KH Ghazali Masruri menyatakan, ketetapan awal Ramadhan 1430 H masih menunggu hasil rukyatul hilal atau pengamatan secara langsung bulan sabit penanda awal bulan dalam penanggalan Hijriyah.
Data dalam almanak PBNU yang diterbitkan oleh PP LFNU untuk markaz Jakarta menunjukkan, perkiraan awal bulan Ramadhan 1430 memang jatuh pada Sabtu Pahing, 22 Agustus 2009.<>
Berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomis, posisi hilal (bulan sabit) pada saat Matahari terbenam tanggal 29 Sya’ban atau 20 Agustus (jika rukyat akhir Rajab berhasil) masih berada di bawah ufuk -1,10 derajat.
Dengan posisi di bawah ufuk diperkirakan hilal tidak akan berhasil dirukyat atau dilihat. Maka secara syar’i penetapan awal bulan didasarkan pada kaidah istiqmal atau penyempurnaan bulan Sya’ban menjadi 30 hari, sehingga awal Ramadhan 1430 H jatuh pada 22 Agustus 2009.
Menurut Kiai Ghazali, rukyatul harus dilaksanakan sebagai prasyarat penentuan awal bulan dalam kalender Hijriyah. Kaidah istiqmal pun hanya berlaku setelah diadakan rukyatul hilal. Maka umat Islam diminta untuk bersabar menunggu hasil rukyatul hilal.
”Rukyat adalah semacam observasi untuk membuktikan hasil hisab. Ini ilmiah, seperti dalam ilmu astronomi. Lagi pula, rukyat bukan hanya sebagai prasyarat penentuan awal bulan, tetapi juga bernilai ibadah,” kata KH Ghazali Masruri, dihubungi NU Online, Ahad (9/8). (nam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua