Lindungi Bantuan Gaza, Turki Siapkan Kapal Perang
NU Online · Jumat, 9 September 2011 | 05:13 WIB
Dubai, NU Online
Kapal perang Turki akan mengawal kapal bantuan negeri itu menuju Jalur Gaza. Langkah tersebut untuk melindungi mereka dari kapal Israel.
"Kapal perang Turki akan diberi tugas melindungi kapal Turki yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza," kata Perdana Menteri, Recep Tayyip Erdogan, kepada stasiun televisi Al-Jazeera.<>
"Untuk sekarang ini, kami takkan lagi membiarkan kapal ini jadi sasaran serangan Israel, seperti -yang terjadi pada flotilla Freedom. Sebab, kini Israel harus berhadapan dengan reaksi yang sesuai," lanjutnya.
Erdogan merujuk kepada bentrokan 31 Mei tahun lalu. Personel pasukan komando Israel saat itu naik ke enam kapal barisan armada bantuan di perairan internasional dalam upaya mencegahnya melanggar blokade Israel atas Jalur Gaza. Tentara Israel menewaskan delapan warga negara Turki dan satu warga negara Amerika-Turki di kapal Mavi Marmara dalam bentrokan setelah serdadu Israel naik ke kapal tersebut.
Peristiwa itu menyulut pertikaian diplomatik antara kedua negara sehingga hubungan mereka mencapai titik perpecahan. "Turki akan bersikap tegas mengenai haknya untuk memantau perairan wilayah di bagian timur Laut Tengah," tambah Erdogan.
PBB pekan lalu menyiarkan laporan yang mengutuk campur tangan Israel tahun lalu. Tapi, PBB menyatakan blokade itu sendiri "sah".
Ankara mengusir duta besar Israel dan membekukan semua hubungan militer. Itu termasuk kontrak perdagangan yang berkaitan dengan pertahanan. Langkah tersebut sebagai pembalasan atas penolakan Israel untuk minta ma'af atas serangan tersebut.
Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber : Antara
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua