Brebes, NU Online
Hasil pembelajaran praktek lapangan, akan bisa dipetik langsung ketimbang pembelajaran secara klasikal di ruang kelas. Terutama pembelajaran yang menyangkut sentuhan rohani dengan sikap nyata peduli kepada sesama.
Sebagaimana yang dilakukan oleh Madrasah Aliyah (MA) Asy Syafiiyah Jatibarang Brebes, dengan mengadakan pelatihan kepedulian sosial. Siswa diajak terjun langsung ke masyarakat dengan memberikan santunan kepada warga kurang mampu dan orang jompo.<>
Tahun ini, sasaran yang dibidik adalah warga kurang mampu di pedukuhan tajuk, desa Kertasinduyasa Jatibarang. “Para siswa membidik langsung warga miskin yang ada di desa tujuan,” ujar Kepala MA Asy Syafiiyah Siti Aminah SPd melalui koordinator pelatihan kepedulian sosial MA Asy Syafiiyah Jatibarang Slamet Taruni di sela kegiatan, Kamis (25/8).
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan oleh para siswa MA Asy Syafiiyah yakni dengan melakukan pendataan warga miskin dan orang jompo secara langsung. Selanjutnya warga tersebut diberi kupon untuk ditukar dengan bingkisan lebaran.
Dari data yang masuk tercatat ada 150 warga yang patut mendapatkan bingkisan lebaran. Saat itu juga, warga kurang mampu itu menukarkan kuponnya dengan suasana yang akrab dan tertib. Satu kupon bisa ditukar dengan satu paket bingkisan yang berisi beras, minyak sayur, gula, teh dan mi instans.
Dewi, salah seorang peserta pelatihan mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Karena bisa menyalurkan bantuan kepada warga secara langsung. Sehingga dirinya dapat meresapi makna kehidupan yang ada. Apalagi di bulan Ramadhan, makin indah bila dihiasi dengan suasana saling berbagi, saling peduli. “Ada getaran hati, ketika aku liat banyak warga yang kurang mampu,” tukas Dewi.
Guru pembimbing Rasyidin menambahkan, kegiatan ini digelar setiap bulan Ramadhan dengan melibatkan 50 peserta didik. Sedangkan bingkisan berasal dari para siswa dan dewan guru MA Asy Syafiiyah. Demikian juga dengan desa bidikan berganti-ganti setiap tahunnya. Usai pemberian bingkisan, para siswa diajak buka puasa bersama dan sholat maghrib dilanjutkan dengan sholat isya dan taraweh berjamaah.
Redaktur : Syaifullah Amin
Kontributor : Wasdiun
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua