Markas FPI Jember Sepi Setelah Digerebek GP Ansor, Kemarin
NU Online · Rabu, 4 Juni 2008 | 08:13 WIB
Markas Front Pembela Islam (FPI) Jember, Jawa Timur, yang terletak di Jalan Kauman Mangli, Kaliwates, sepi dan tak nampak aktivitas. Hal itu terjadi setelah markas tersebut digerebek massa Gerakan Pemuda (GP) Ansor setempat, Selasa (3/6) kemarin.
Seperti dilaporkan Kontributor NU Online, Aryudi A. Razaq, markas FPI itu hanya tinggal nama. Papan nama organisasi pimpinan Habib Abu Bakar itu juga telah dicopot dan diganti dengan papan nama bertuliskan “TK/TPA Ar-Rohman”.<>
Di tempat itu pula, kemarin, Habib Abu Bakar, meminta maaf kepada mantan presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Permintaan maaf itu dilakukan menyusul pernyataan Ketua FPI Habib Riziq Shihab yang dinilai menghina Gus Dur.
"Kami FPI Jember meminta maaf kepada masyarakat kasus penyerangan di Monas dan mohon maaf kepada KH Abdurrahman Wahid atas sikap FPI selama ini," kata Habib Abu Bakar. Tak hanya itu. Habib pun menyatakan bahwa FPI Jember membubarkan diri tanpa ada paksaan dari siapa pun.
Pernyataan itu dikeluarkan Habib setelah massa pendukung Gus Dur mendatangi rumahnya. Massa yang dipimpin Ayub Djunaidi berangkat dari Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember, di Jalan Kalimantan. Mereka menumpang truk, mobil pick up, dan sepeda motor pukul 10.00 WIB.
“Peristiwa pemukulan di Monas juga tidak kami kehendaki. Kami sama-sama warga muslim, bersaudara, masak dipukuli begitu saja,” ujar Abu Bakar di hadapan massa GP Ansor yang mendatangi rumahnya.
Setelah dari markas FPI, massa melanjutkan aksinya ke kantor Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyampaikan pernyataan sikap yang intinya mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan FPI. Massa diterima Kepala Bakesbanglinmas, Sujak Hidayat.
Kemudian mereka bergerak ke Markas Kepolisian Resor setempat untuk tujuan yang sama. Di tempat itu, massa ditemui Wakil Kapolres, Kompol Lafri Prasetyo. “Saya setuju aksi premanisme dilenyapkan. Tapi, semua itu percayakan kepada kami. Kami yang akan menangani,” ujarnya. (rif)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua