Warta

Masdar: Penanggulangan Terorisme Tak Cukup dengan Pendekatan Keamanan

NU Online  ·  Rabu, 12 Agustus 2009 | 10:22 WIB

Jakarta, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi mengingatkan, terorisme tidak dapat disederhanakan hanya sebagai persoalan keamanan. Terorisme terkait dengan persoalan ideologi keagamaan, dalam hal ini ideologi Islam yang ekstrim.

”Maka penanggulangannya tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan yang simptomatis. Secanggih apapun alat yang dimiliki oleh aparat semacam densus hanya bisa menyentuh gejalannya, bukan akarnya,” katanya kepada NU Online di Jakarta, Rabu (12/8).<>

Ekstrimisme telah mengancam platform kebangsaan Indonesia, yakni Pancasila, yang menurut Masdar merupakan ‘Piagam Madinah’ bagi Indonesia.

“Akar terorisme yang kita hadapi belakangan ini adalah ideologi keagamaan Islam skripturalis ekstrim. Klaimnya selalu memegang Al-Qur’an dan Hadits, tapi hanya pada harfiyahnya,” katanya.

Menurutnya, diperlukan ‘counter ideologi’ dari faham keislaman yang bisa mengapresiasi dimensi eksetoris dari teks Al-Qur'an dan Hadits, ditambah nilai-nilai budaya lokal keindonesiaan.

Ditambahkan, NU sebenaranya bisa mewakili Islam moderat berwajah Indonesia yang mampu menjadi counter ideologi Islam radikal skripturalis. Namun keterlibatan beberapa tokoh NU dalam pentas politik melemahkan peran NU hal ini.

“Keterjebakannya dalam politik praktis-pragmatis telah melemahkan kapasitasnya sebagai kekuatan moderasi Islam yang dihargai,” katanya. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang