Meski Nahdlatul Ulama (NU) telah mendorong warganya untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) namun beberapa kiai dan kalangan pondok pesantren masih tidak mau mengikuti program ini.
”Masih banyak kiai belum mengikuti program KB dan lebih memilih banyak anak, karena ini juga ada anjurannya dalam agama,” kata mantan pejabat Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) H M.Rozi Munir dalam acara halaqah bertajuk Urgensi Membangun Bangsa dan Peluncuran buku "Fikih Keluarga" di ruang pertemuan gedung PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (3/6).<>
Halaqah itu juga dihadiri oleh Kepala BKKBN Sugiri Syarief dan Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar. Buku "Fikih Keluarga" yang diluncurkan dalam kesempatan itu adalah karya M. Cholil Nafis, wakil ketua PP Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU.
Rozi Munir dalam dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas terbitnya buku Fikih Keluarga. ”Cholil penulis buku ini adalah salah satu diantara anak muda NU yang kreatif, terus berkarya, konsisten dan mau belajar,” katanya.
Kepala BKKBN Sugiri Syarief menyampaikan, laju pertumbuhan penduduk Indonesia sangat tinggi, mencapai 3,2 juta jiwa pertahun. Jumlah ini setara dengan total penduduk Singapura.
”Program KB berjalan di tempat dalam rentan waktu lima tahun ini. Tidak mustahil Indonesia bakal menyalip Amerika Serikat, menjadi negara berpenduduk terbesar ketiga di dunia,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua