Media Massa Sangat Berperan Membelokkan Citra Islam
NU Online · Jumat, 24 September 2010 | 04:02 WIB
Demi persaingan rating dan memperebutkan perhatian publik, media massa cenderung memberitakan sesuatu yang sensasional saja. Sehingga media juga sangat berperan dalam membelokkan citra dan penilaian masyarakat atas segala hal.
Dalam hal ini, Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus) menilai, Islam merupakan salah satu korban media dalam memperebutkan rating. Penilaian ini merujuk pada berita-berita media massa yang lebih banyak mengabarkan suara-suara atau tindakan dari orang-orang yang kurang paham terhadap Islam. Sedangkan ajaran dan praktek Islam yang damai dan toleran tidak banyak muncul dalam headline media massa.
gt;
Demikian diungkapkan Gus Mus kepada para wartawan di Jakarta, Kamis (23/9). Menurut Gus Mus, Islam yang tampil dengan damai tidak berada di pusat-pusat informasi dan komunikasi publik, sehingga Islam damai dan rahmatan lil'alamin hanya terdengar lirih.
Ketika ditanya seorang wartawan dari Voice of America (VOA) mengapa NU tidak bersuara mengenai kekerasan yang kerap terjadi belakang ini, Gus Mus menjawab, "Anda tidak mendengar saja. Kami PBNU, dan para pengurusnya semua menyuarakan perdamaian. Bahkan kami melakukan koordinasi dengan para pengurus di daerah konflik."
Lebih lanjut Gus Mus menegaskan, PBNU mewakili Islam yang mayoritas di dunia menyatakan bahwa Islam adalah agama rahmat untuk alam semesta (Islam rahmatan lil'alamin).
"Kenapa saya katakan mayoritas? Karena NU adalah Islam mayoritas di Indonesia. Sedangkan Islam di Indonesia merupakan Islam yang terbesar di dunia," pungkas Gus Mus sembari berseloroh. (hmz)
Terpopuler
1
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
2
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
3
Karhutla Belum Reda, Rais Aam PBNU Ajak Masyarakat Terus Berdoa agar Musibah Segera Berakhir
4
Dua Tahun Pimpin RI, Prabowo Klaim Pemerintahannya Hasilkan Kerja Nyata
5
Prabowo Minta Usut Pembakar Hutan: Ini Terorisme Lingkungan dan Kejahatan Kemanusiaan
6
Pengusulan KH Abbas Buntet sebagai Pahlawan Nasional Kuatkan Sejarah Perjuangan Pesantren dalam Kemerdekaan RI
Terkini
Lihat Semua