Menag: Kerukunan Umat Beragama Alami Banyak Kemajuan
NU Online Ā· Rabu, 21 Mei 2008 | 23:46 WIB
Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni mengatakan, kerukunan umat beragama di Tanah Air telah mengalami banyak kemajuan. Namun, tidak dapat dipungkiri masih banyak persoalan, baik internal maupun antarumat beragama.
Hal tersebut diungkapkan Maftuh saat memberi sambutan dan membuka Pertemuan Besar Umat Beragama Indonesia untuk mengawal NKRI dalam rangka memperingati Satu Abad Kebangkitan Nasional, di Jakarta, Rabu (21/5) kemarin.<>
Menurut Maftuh, persoalan kerukunan bukan suatu yang imun, melainkan terkait dan terpengaruh dengan dinamika sosial yang terus berkembang. āMemelihara kerukunan harus dilakukan secara komprehensif, terus menerus dan tidak boleh berhenti,ā ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan yang muncul di negeri ini pada era reformasi atau dalam masa transisi demokrasi adalah bahaya disintegrasi bangsa yang muncul dalam bentuk konflik horisontal masyarakat. Konflik semakin masif ketika sentimen keagamaan ikut mewarnai berbagai persitiwa itu.
Karena itu, kata Maftuh, konflik yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dihentikan. āKebersamaan umat harus diperkokoh di saat kita memperingati seratus tahun kebangkitan nasional ini,ā katanya.
Dalam perspektif agama, ujarnya, ikatan terbaik yang dapat memperkuat kesatuan dan persatuan adalah adanya rasa persudaraan sejati, baik yang menyangkut persaudaraan sesama manusia maupun persaudaraan se-Tanah Air.
Konsep persaudaraan tersebut, lanjutntya, menjadi perekat kesatuan dan persatuan umat. Eratnya tali persaudaraan yang terbangun pada masa awal generasi Islam, seperti dilakukan Rasulullah melalui Piagam Madinah, menjadi contoh nyata keberhasilan pemimpin dalam membangun suatu bangsa yang berbeda-beda agama.
Begitu juga saat para pejuang nasional bangkit membebaskan bangsa Indonesia dari cengkeraman kolonial, pemimpin-pemimpin agama berhasil menjalin ukhuwah atau persaudaraan sehingga merasa senasib dan sepenanggungan.
Menag menegaskan,Ā stabilitas masyarakat danĀ terciptanya keamanan yang membuahkan perdamaian hanya bisa dicapai dengan kuat tali ukhuwah. āJikaĀ ukhuwah masih rapuh,Ā tidak bisa diharapkan terbangun toleransi, solidaritas, keutuhan dan kesatuan bangsa,ā ucapnya. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
2
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
6
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
Terkini
Lihat Semua