Menag: Tak Setuju Putusan MK tentang UU PPA, Silakan ke DPR
NU Online · Jumat, 23 April 2010 | 08:09 WIB
Menteri Agama Surya Dharma Ali menyarankan pihak tak puas atas putusan Mahkamah Kontitusi yang menolak uji materi UU No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penodaan Agama untuk pergi ke DPR. Alasannya, sebagai lembaga pengawal konstitusi, putusan MK sudah final. Karena itu, pihak yang selanjutnya paling berwenang mengubah UU itu adalah DPR.
‘’Kalau memang ada yang menganggap UU itu harus dicabut dan dirubah juga, ya memang jalurnya ke DPR. Silahkan saja. Jalur resminya seperti itu,’’ katanya usai menghadiri pembukaan rapat kerja Kanwil Jawa Barat di Kantor Kemenag, Jum'at (23/4).<>
Surya mengaku bersyukur putusan MK yang mempertahankan UU PPA. Keputusan itu dinilai cukup tepat karena UU PPA masih sangat diperlukan untuk menjaga kerukunan umat beragama.
Tanpa UU tersebut, tindakan penodaan dan pelecehan agama kemungkinan akan banyak terjadi dan memicu terjadinya konflik antar umat. Karena itu, ia mengapresiasi putusan tersebut.
Surya juga mengaku tidak memahami alasan pihak pemohon uji materi bersikeras menolak UU PPA. Padahal, regulasi itu telah memberikan perlindungan pada berbagai pemeluk agama baik mayoritas maupun minoritas. ‘’Saya tidak tahu motif para pemohon, kok begitu kerasnya mau merubah UU itu,’’ katanya. (ful)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua