Menteri Pertanian RI Penuhi Undangan PCI-NU Sudan
NU Online · Senin, 23 April 2007 | 02:16 WIB
Khortoum, NU Online
Sehari setelah penandatanganan MoU antara pengusaha Indonesia dan Sudan di wisma Duta RI Sabtu (21/4) lalu Syeikh Fatih Hasanain, Musytasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Sudan, mengundang rombongan Menteri Pertanian RI Anton Apriantono yang diantar oleh Dubes RI Tajuddin Noer serta rombongan home staf KBRI Khortoum.
Pertemuan ini juga di hadiri segenap pengusaha dari sudan serta Duta Sudan untuk Nejeria dan beberapa rektor Universitas, Umar Samani rektor Universitas Internasional Afrika, Abdur Rahim Ali Abd Rohim Rektor Institut Pengajaran Bahasa Arab untuk non Arab.
;Pertemuan itu juga di datangi beberapa wartawan Koran nasional seperti dari Koran Al Alwan dan Al Wathon.
Sekretaris PCI-NU Sudan Auzai Asirun yang di wawancarai wartawan mengatakan, bahwa Syeikh Fatih adalah salah satu dari musytasyar (dewan penasihat) PCI-NU Sudan, tentunya hal ini di ketahui oleh Abd Rohim yang telah mendatangi undangan Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia (ICIS) yang diselenggarakan oleh NU di Jakarta dua kali.
Musytasyar PCI-NU Sudan Mohammad Badrussalam Shof mengharap kepada menteri pertanian untuk menindaklanjuti kerjasama yang telah disepakati antara pemerintah Indonesia-Sudan. "Jangan sampai seperti MoU-MoU yang lampau, saya sangat malu dengan orang orang sudan yang telah serius membuat kesepakatan tapi pihak indonesia tidak serius untuk menindak lanjuti," tegasnya.
Dikatakan Kang Badrus (panggilan akrab Mohammad Badrussalam Shof), beberapa MoU Indonesia-Sudan yang belum juga berjalan antara lain dengan Pertamina, PT KA dan dengan Universitas Islam Negeri Malang. "Ini membuat orang sudan kecewa," katanya.(nam)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
4
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua