Merasa Sebagai Santri, Dahlan Iskan Sowan ke PBNU
NU Online · Rabu, 9 November 2011 | 07:01 WIB
Jakarta, NU Online
Sikap low profile tetap ditunjukkan Dahlan Iskan, meski jabatan sebagai Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BMUN) telah didudukinya. Itu tampak dari kedatangannya ke Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu, 9 Nopember 2011, yang diakuinya wujud silaturahmi santri ke kiai.
"Ini sebenarnya pertemuan yang tertunda. Beberapa saat lalu PBNU yang ingin berkunjung ke tempat saya, tapi saya belum ada waktu untuk menemui. Tapi setelah saya fikir saya ini kan santri, masak kiainya yang datang, kan nggak etis," kata Dahlan seusai kunjungannya. <>
Dahlan tiba di PBNU sekitar pukul 12.00 WIB, hampir bersamaan dengan Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid serta Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi Muhaimin Iskandar, yang secara kebetulan juga sowan ke PBNU. Mantan Direktur Utama PLN tersebut datang dengan penampilan sederhana, tanpa mengenakan jas layaknya seorang pejabat.
Dalam kunjungannya ke PBNU, Dahlan juga ditemui oleh seluruh jajaran pengurus Tandidziyah dan Syuriah PBNU. Berlangsung pembicaraan hangat diantara mereka, yang diakhiri dengan jamuan makan siang.
Disinggung mengenai adanya pembicaraan mengenai kerjasama antara Kementrian BUMN dan PBNU, Dahlan hanya menjawab dengan gelengan kepala. "Sementara belum," lanjutnya singkat.
Sementara Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, dikonfirmasi mengenai tujuan Dahlan Iskan datang ke PBNU, membenarkan hanya sebuah bentuk silaturahmi santri ke kiai. Dahlan diakuinya sebagai salah satu santri senior NU yang saat ini mendapatkan amanah membantu tugas-tugas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Beliau ini santri senior yang sowan ke kiainya. Ya tadi kami mendoakan semoga Beliau bisa lancar menjalankan tugas-tugasnya di Kementrian BUMN," tegas Kiai Said.
Penulis   : Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
6
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
Terkini
Lihat Semua