MUI Harapkan Kedatangan Menlu AS Tak untuk Intervensi
NU Online · Selasa, 14 Maret 2006 | 05:39 WIB
Jakarta, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap kedatangan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice ke Indonesia, pada 14-15 Maret, tidak bermaksud melakukan intervensi dalam urusan dalam negeri Indonesia.
"Jangan ikut campur masalah dalam negeri kita dengan mempengaruhi cara berpikir, biarkan pemerintah Indonesia berpikir dengan cara berpikirnya sendiri," kata Ketua MUI Ma’ruf Amin di kantor MUI Jakarta, Senin.
<>Diakuinya, sudah menjadi kebiasaan AS untuk selalu melakukan intervensi ke berbagai belahan dunia lainnya dan memaksakan kehendaknya, yang jika itu yang dimaksudkan Rice, MUI menolaknya.
Dikatakan Ma’ruf yang juga merupakan salah satu rais syuriyah PBNU tersebut, soal terorisme, Indonesia telah memiliki persepsi sendiri bahwa terorisme bukan jihad dan jihad bukan terorisme, yakni pemikiran yang selama ini salah dipersepsikan kebanyakan kalangan di dunia barat. Ia mengeluhkan, UU Anti Terorisme yang telah diberlakukan di Indonesia seolah semakin ditujukan untuk menuding umat Islam.
Ia menunjuk kasus-kasus di Ambon atau Poso yang penerapan UU-nya tidak adil, jika yang tertuduh umat Islam digunakan UU Anti Terorisme sementara jika yang tertuduh umat lain hanya diberlakukan KUHP.
"Ini tentu tidak adil. Kalau mau memberlakukan UU itu, ya harus diberlakukan kepada siapapun secara adil, tidak pilih-pilih," katanya.
Pihaknya, ujarnya, menyambut baik kedatangan Menlu AS tersebut jika dilakukan dalam rangka tujuan yang positif seperti membangun kerjasama atau pemberian bantuan yang tanpa disertai pesan-pesan tertentu. (Ant/mkf)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
3
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
6
PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
Terkini
Lihat Semua