MUI: Vaksin Meningitis Halal Bagi Jamaah Pertama Kali
NU Online · Senin, 3 Mei 2010 | 01:21 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) hanya menghalalkan penggunaan vaksin meningitis berenzim babi bagi jemaah haji Indonesia yang pertama kali naik haji. Hukum kedaruratan vaksin Meningitis, menurut MUI, selaras dengan hukum naik haji hanya wajib satu kali.
''Bagi jamaah kedua kali, tidak ada lagi kedaruratan karena tidak wajib. Karena itu, (mereka) kalau pakai vaksin ini, hukumnya haram dan berdosa,'' kata Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Ahad (2/5).<>
Vaksin Meningitis menjadi syarat wajib bagi jamaah haji Indonesia sejak pemerintah Arab Saudi menegaskannya tahun lalu. Masalahnya, vaksin yang digunakan saat ini mengandung enzim babi yang jelas haram. Dunia medis belum menemukan vaksin serupa yang bebas enzim babi.
Meningitis adalah penyakit radang membran pelindung sistem saraf pusat yang bisa menyebabkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, hingga kematian. Penularannya melalui batuk, bersin, ciuman, penggunaan sendok, sikat gigi, dan rokok secara bersamaan.
MUI lantas meminta calon jamaah haji tidak khawatir untuk disuntik vaksin Meningitis. ''Karena darurat, menggunakan vaksin ini tidak membatalkan haji, dan tidak berdosa,'' tegas Ma'ruf seperti dilansir Republika Online.
Menurut Ma'ruf, pemerintah dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI belum menemukan vaksin Meningitis yang halal. LPPOM sempat berkunjung ke Guangzhou, Cina, untuk mengkonfirmasi kabar adanya vaksin Meningitis yang dibuat dari zat halal.
''Tapi mereka (Cina) tidak mau kasih tahu spesifikasinya. Kalau tidak dikasih tahu, dari mana kita bisa bilang itu tidak haram?,'' jelasnya. (ful)
Terpopuler
1
Kapan Lebaran 2026? Berikut Data Hilal 1 Syawal 1447 H oleh LF PBNU
2
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
3
Khutbah Jumat: Urgensi I’tikaf di Masjid 10 Malam Terakhir Ramadhan
4
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Hadiri Siniar
5
Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
6
Khutbah Bahasa Jawa: Kautaman 10 Dinten Terakhir Wulan Ramadhan lan Mapag Lailatul Qadar
Terkini
Lihat Semua