Muslim Australia Tunggu Kepastian Ramadan lewat SMS
NU Online · Jumat, 21 Agustus 2009 | 00:21 WIB
Organisasi Komunitas Muslim di negara bagian Queensland, "Queensland Muslims", dan Pusat Koordinasi Pemantauan Bulan Sabit Nasional Australia (ANCSC) menyediakan layanan notifikasi tentang awal Ramadhan 1430 Hijriah melalui surat elektronik (email) dan layanan pesan singkat (SMS).
Kamis (20/8) malam, disebutkan bahwa hasil rukyat (melihat munculnya bulan) Ramadhan dari tim ANCSC akan disebar mulai pukul 17.30 waktu Australia, Jumat (21/8) hari ini.<>
"Queensland Muslims" juga memperkirakan munculnya bulan Ramadhan baru akan terlihat di seluruh wilayah Australia, Jumat.
Untuk menyemarakkan kegiatan Ramadhan, Queensland Muslims menggelar kuis di samping memberikan layanan SMS tentang hasil rukyat kepada umat Islam, termasuk Muslim Indonesia.
Sebelumnya, Da`i muda Australia, Syaikh Aslam Hussain, mengimbau umat Islam agar menyambut bulan suci Ramadhan 1430 Hijriah dengan suka cita serta memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan damai dan keindahan Islam pada non-Muslim Australia.
"Mari kita sampaikan kebijakan dan keindahan Islam selama Ramadan kepada kalangan non-Muslim di Australia," katanya dalam ceramahnya tentang Ramadan di depan puluhan anggota jamaah Perhimpunan Masyarakat Muslim Indonesia di Brisbane (IISB) 8 Agustus lalu.
Aslam mengatakan, momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan warga Muslim untuk menunjukkan kebaikan dan keindahan nilai-nilai Islam, termasuk berbagi dengan teman-teman non-Muslim di saat berbuka puasa.
Para mahasiswa Muslim di Universitas Queensland dan Universitas Teknologi Queensland, misalnya, dapat menyelenggarakan acara berbuka puasa dengan mengundang para dosen non-Muslim mereka sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman yang benar tentang Ramadhan.
Upaya membangun pemahaman yang benar tentang Islam dan Muslim itu dirasa penting di tengah pemberitaan media Barat yang cenderung tidak proporsional, katanya. Di seluruh Australia, terdapat lebih dari 340 ribu orang Islam. Mereka berasal dari beragam bangsa. (ant/dar)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
3
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua